- IFG mendorong penguatan ketahanan finansial dan daya saing industri asuransi nasional sekaligus memperluas kontribusi sosial perusahaan.
- IFG Bike For Charity 2026 melibatkan 4.000 pesepeda dan menyalurkan donasi sebesar Rp75 juta kepada anak yatim dan piatu di sekitar Kota Tasikmalaya.
- Kegiatan yang melibatkan anggota holding, pemerintah daerah, komunitas sepeda, dan UMKM diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian Tasikmalaya.
Suara.com - Holding BUMN Asuransi, Indonesia Financial Group (IFG), terus mendorong transformasi bisnis untuk memperkuat ketahanan finansial sekaligus meningkatkan daya saing industri asuransi nasional.
Transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada penguatan kinerja perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko mengatakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Salah satunya melalui penyelenggaraan IFG Bike For Charity 2026 di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 31 Oktober 2026.
Kegiatan yang diikuti sekitar 4.000 pesepeda itu memadukan olahraga, aksi sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Selain mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi IFG dalam memeriahkan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
"Inilah semangat transformasi yang kami dorong di IFG, yaitu menghadirkan manfaat nyata dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya seperti dikutip, Senin (2/11/2026).
Melalui kegiatan tersebut, IFG juga melibatkan pelaku usaha dan UMKM setempat untuk mendorong aktivitas ekonomi di Kota Tasikmalaya.
Dalam pelaksanaannya, IFG Bike For Charity 2026 mengintegrasikan partisipasi peserta dengan program donasi. Dari 4.000 pesepeda yang mengikuti kegiatan tersebut, berhasil dihimpun dan disalurkan donasi sebesar Rp75 juta kepada anak yatim dan piatu di sekitar Kota Tasikmalaya.
Hexana menegaskan, kontribusi sosial menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari pencapaian bisnis, tetapi juga manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
"Bagi IFG, keberlanjutan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kolaborasi yang menghubungkan semangat hidup sehat dengan kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan demikian, transformasi perusahaan dapat berjalan beriringan dengan kontribusi sosial yang berkelanjutan," tambah Hexana.