- Dokter spesialis anak Shyrien Amalina mengingatkan pentingnya kandungan protein dan karbohidrat dalam sarapan anak.
- Orang tua dapat menyajikan menu sederhana seperti susu, telur matang, roti, atau sereal terfortifikasi.
- Memperhatikan komposisi sarapan menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung pemenuhan gizi anak.
Suara.com - Sarapan sebelum berangkat sekolah bukan sekadar rutinitas untuk mengisi perut anak. Orang tua juga perlu memperhatikan kandungan gizi dalam menu pagi, terutama memastikan adanya sumber protein selain karbohidrat.
Dokter spesialis anak, dr. Shyrien Amalina, Sp.A, M.Sc, mengingatkan bahwa protein menjadi salah satu zat gizi penting yang perlu diperhatikan dalam sarapan anak. Menurut dia, persoalan kekurangan protein masih menjadi perhatian di Indonesia.
“Anak itu kalau belajar, sekolah pagi-pagi, sebenarnya yang paling penting buat dia itu protein dan ada karbohidrat. Tapi karbonya enggak usah terlalu tinggi, dan proteinnya itu yang paling penting,” kata Shyrien.
Setelah semalaman tidak mendapat asupan makanan, anak membutuhkan sarapan sebelum memulai aktivitas. Karbohidrat tetap diperlukan sebagai sumber energi, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya komponen dalam menu pagi.
“Kalau kita habis puasa semalaman nih, yang pasti harus ada karbohidratnya dong. Terus, harus ada protein yang paling penting,” ujarnya.
Paduan Karbohidrat dan Protein dalam Menu Sarapan
Memenuhi kebutuhan tersebut tidak harus melalui menu yang rumit. Orang tua dapat memanfaatkan bahan makanan yang mudah ditemukan dan biasa dikonsumsi keluarga.
Misalnya, nasi, roti, atau sereal dapat disajikan bersama telur maupun sumber protein lainnya. Shyrien juga memberikan contoh kombinasi susu dan telur matang sebagai pilihan menu sarapan sederhana.
“Jadi misalnya minum susu plus telur (matang), itu sudah oke, enggak apa-apa,” tuturnya.
Sereal terfortifikasi juga dapat menjadi salah satu pilihan menu pagi. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan variasi makanan dan menyesuaikan sajian dengan usia, selera, serta kebutuhan anak.
Di tengah kesibukan pagi, kemudahan penyajian memang bisa membantu keluarga membangun kebiasaan sarapan. Salah satu pilihan yang ditawarkan di pasaran adalah minuman sereal yang dipadukan dengan susu dan berbagai vitamin.
Energen, misalnya, menghadirkan produk minuman sereal dengan kandungan karbohidrat dan serat dari sereal, serta protein dari susu. Produk ini juga dilengkapi vitamin A, B1, B2, B6, B12, D, E, dan asam folat.
Meski demikian, minuman sereal dapat menjadi bagian dari menu sarapan, bukan pengganti keharusan menyediakan makanan yang beragam. Orang tua tetap dapat melengkapinya dengan sumber protein lain, seperti telur.
Memperhatikan komposisi sarapan menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Jadi, selain memastikan anak tidak melewatkan makan pagi, orang tua juga perlu memperhatikan apa saja yang tersaji di piring atau gelasnya.