/
Rabu, 20 April 2022 | 15:48 WIB
Pixabay/rswebsols

Indotnesia -  Pertama kali dalam lebih dari 10 tahun, Netflix kembali kehilangan ratusan ribu pelanggan. Sebelumnya, Netflix pernah mengalami penurunan jumlah pelanggan atau subscriber sekitar 800.000 pada Oktober 2011.

Melansir The New York Times, Selasa (19/4/2022), pelopor platform streaming film tersebut mengumumkan penurunan 200.000 pelanggan. Saham Netflix juga tercatat anjlok sebanyak 25%.

Dalam laporan kuartal pertama (Januari-Maret 2022) itu juga memprediksi Netflix akan kembali kehilangan sekitar 2 juta pelanggan pada kuartal kedua (April-Juni 2022).

Tak lagi menjadi primadona platform streaming film, melalui surat terbuka untuk para pemegang saham, Netflix menjelaskan penyebab penurunan pelanggan secara masif.

Pihak Netflix mengungkapkan penurunan pelanggan berbayar tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal. Apalagi kini perusahaan asal California itu harus bersaing ketat dengan platform streaming film lainnya yang berkembang, seperti Disney+, HBO, dan Hulu.

Tak hanya karena persaingan yang semakin ketat, penurunan pelanggan juga terjadi karena semakin banyak pelanggan yang berbagi kata sandi dan dampak dari konflik Rusia-Ukraina.

Pasalnya, Netflix menangguhkan layanannya di Rusia yang mengakibatkan hilangnya 700.000 pelanggan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Co-CEO dan Chief Content Officer Netflix, Ted Sarandos, mengatakan ketatnya persaingan justru mendorong perusahaan untuk terus berinovasi.

“Kita tetap harus berkompetisi. Kita akan terus melanjutkan dan mengembangkan pelayanan dengan membuat TV series dan film sekaligus game yang disukai orang,” tuturnya, seperti dikutip dari Variety.

Bahkan, perusahaan yang telah berdiri sejak 1997 itu juga akan mengevaluasi harga biaya layanan streaming. Untuk tetap mempertahankan dan kembali menarik pelanggan, pihak Netflix berencana meluncurkan opsi paket streaming murah, dengan menyisipkan iklan di sela-sela penayangannya.

Load More