Penghormatan tersebut salah satunya ditunjukkan dengan menempatkan hasil panen padi di leuit atau rumah padi. Bagi Yoyo, seperti halnya manusia yang tinggal di rumah, padi juga harus ditempatkan di lumbung atau leuit sebagai tempat penyimpanan.
“Karena kita punya penghormatan, perlakuan terhadap padi itu sendiri yang kalau kita selalu bilang seperti memperlakukan diri kita sendiri,” katanya.
Selain memperhatikan leuit, ketika ngunjal (mengangkut) hasil panen padi harus dilakukan dengan cara dipikul. Manusia memikul dan padi dipikul adalah bentuk penghormatan kepada padi, yang dalam keseharian manusia mampu memberikan sumber kekuatan.
Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar percaya, bahwa bertani bukan sebagai mata pencaharian. Namun, tujuannya lebih kepada bertani untuk kehidupan.
Ketika manusia mampu memperlakukan alam dengan hormat dan baik seperti memperlakukan diri sendiri, maka alam akan mengembalikannya dengan memberikan kebutuhan yang melimpah.
Melalui adat istiadat yang terus dilestarikan oleh Kasepuhan Ciptagelar, kita pun belajar bahwa tak hanya memanusiakan manusia, menghargai proses bertani sebagai soko kehidupan harus terus dilestarikan. Sehingga, menciptakan ekosistem berkesinambungan yang meminimalisir kerusakan alam.
Berita Terkait
-
Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
BrookFarm Gelar Almond Run 2026 di GBK, Targetkan Lebih dari 5.000 Peserta
-
Niatnya Healing, Kok Malah Berujung Kantong Kering?
-
Dari Tumbler ke Paylater: Kontradiksi Gaya Hidup Ramah Lingkungan Anak Muda
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Prediksi Spanyol vs Arab Saudi: Head to Head, Susunan Pemain, dan Fakta Menarik
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
5 Foundation Stick 'Dupe' Dior yang Bikin Wajah Auto Mulus, Harga Mulai Rp40 Ribuan