Penghormatan tersebut salah satunya ditunjukkan dengan menempatkan hasil panen padi di leuit atau rumah padi. Bagi Yoyo, seperti halnya manusia yang tinggal di rumah, padi juga harus ditempatkan di lumbung atau leuit sebagai tempat penyimpanan.
“Karena kita punya penghormatan, perlakuan terhadap padi itu sendiri yang kalau kita selalu bilang seperti memperlakukan diri kita sendiri,” katanya.
Selain memperhatikan leuit, ketika ngunjal (mengangkut) hasil panen padi harus dilakukan dengan cara dipikul. Manusia memikul dan padi dipikul adalah bentuk penghormatan kepada padi, yang dalam keseharian manusia mampu memberikan sumber kekuatan.
Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar percaya, bahwa bertani bukan sebagai mata pencaharian. Namun, tujuannya lebih kepada bertani untuk kehidupan.
Ketika manusia mampu memperlakukan alam dengan hormat dan baik seperti memperlakukan diri sendiri, maka alam akan mengembalikannya dengan memberikan kebutuhan yang melimpah.
Melalui adat istiadat yang terus dilestarikan oleh Kasepuhan Ciptagelar, kita pun belajar bahwa tak hanya memanusiakan manusia, menghargai proses bertani sebagai soko kehidupan harus terus dilestarikan. Sehingga, menciptakan ekosistem berkesinambungan yang meminimalisir kerusakan alam.
Berita Terkait
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
-
Mafia Beras Rugikan Masyarakat Rp169 Triliun, 39 Orang Jadi Tersangka
-
Pilihan Ban Baru Buat Pengguna Fortuner hingga Pajero Sport dari Accelera Omikron Rugged Terrain
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko
-
Sumber Kekayaan Asila Maisa, Bantah Beli Barang Mewah Pakai Uang Ayah yang Jadi Wabup
-
Oppo Reno16 F 5G Eco Pack Pecahkan Batas Smartphone AI, Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
-
Ulasan The Law Cafe: Mengurai Makna Keadilan di Luar Ruang Sidang
-
Melepaskan Diri dari Standar Kecantikan Toksik: Literasi Digital untuk Lawan Body Dysmorphia
-
SETARA Institute Desak Prabowo Alihkan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke KPK
-
Fenomena Unik Industri AC: Harga Naik, Penjualan Sharp Malah Melesat
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen, Lampaui Capaian Nasional di Tengah Krisis Global