/
Rabu, 20 April 2022 | 11:05 WIB

Penghormatan tersebut salah satunya ditunjukkan dengan menempatkan hasil panen padi di leuit atau rumah padi. Bagi Yoyo, seperti halnya manusia yang tinggal di rumah, padi juga harus ditempatkan di lumbung atau leuit sebagai tempat penyimpanan.

“Karena kita punya penghormatan, perlakuan terhadap padi itu sendiri yang kalau kita selalu bilang seperti memperlakukan diri kita sendiri,” katanya.

Selain memperhatikan leuit, ketika ngunjal (mengangkut) hasil panen padi harus dilakukan dengan cara dipikul. Manusia memikul dan padi dipikul adalah bentuk penghormatan kepada padi, yang dalam keseharian manusia mampu memberikan sumber kekuatan.

Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar percaya, bahwa bertani bukan sebagai mata pencaharian. Namun, tujuannya lebih kepada bertani untuk kehidupan. 

Ketika manusia mampu memperlakukan alam dengan hormat dan baik seperti memperlakukan diri sendiri, maka alam akan mengembalikannya dengan memberikan kebutuhan yang melimpah.

Melalui adat istiadat yang terus dilestarikan oleh Kasepuhan Ciptagelar, kita pun belajar bahwa tak hanya memanusiakan manusia, menghargai proses bertani sebagai soko kehidupan harus terus dilestarikan. Sehingga, menciptakan ekosistem berkesinambungan yang meminimalisir kerusakan alam.

Load More