Indotnesia.com, YOGYAKARTA - Meski kerap menimbulkan polemik, kelapa sawit nyatanya jadi salah satu bahan baku yang melengkapi kebutuhan hidup manusia. Kandungan minyak kelapa sawit dapat diolah sebagai bahan baku mentega, kosmetik, coklat, sabun, hingga sampo.
Kelapa sawit adalah komoditas perkebunan, namun oleh Pertamina, tanaman ini juga dijadikan salah satu komoditas utama energi baru terbarukan (EBT) pengganti bahan bakar fosil.
Bagi produksi bahan bakar, kelapa sawit menghasilkan energi ramah lingkungan. Tetapi, proses pembukaan lahan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit, tak jarang menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius.
Oleh karena itu, kampanye melawan sawit sering digaungkan oleh sejumlah aktivis lingkungan.
Sawit dan Hajat Hidup Manusia
Sejak pembukaan kebun komersial pertama pada 1911, perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus mengalami perluasan. Dari data Badan Pusat Statistik atau BPS, estimasi luas areal kelapa sawit di Indonesia pada 2020 mencapai sekitar 14,9 juta hektare.
Meningkatnya luas cakupan areal kelapa sawit, tak lepas dari pengaruh permintaan yang tinggi. Hal itu dapat dilihat dari ragam produk yang menggunakan minyak kelapa sawit, sebagai salah satu bahan bakunya.
Misalnya, dalam 24 jam keseharian, minyak kelapa sawit dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan pokok manusia. Kandungan minyak ini memiliki turunan nama kimia yang berbeda-beda.
Dalam sabun maupun pasta gigi, terdapat sodium lauryl sulphate yang merupakan nama kimia dari minyak kelapa sawit. Sedangkan di sejumlah produk makanan, seperti mayones, minyak ini memiliki nama kimia mono diacylglycerol.
Kalau untuk kebutuhan dapur rumah tangga, terdapat minyak goreng yang merupakan salah satu olahan populer dari minyak kelapa sawit.
Kandungan minyak kelapa sawit di sejumlah produk kebutuhan manusia, secara tidak langsung membuat kita ketergantungan. Hampir ada diseluruh produk kebutuh pokok manusia, kelapa sawit berperan cukup penting dalam pemenuhan hajat hidup. Maka, tak heran bila keberadaannya masih jadi olahan minyak sayur andalan yang belum tergantikan.
Kelapa Sawit Dinilai Paling Efektif Dibandingkan Minyak Sayur Lain
Di luar sejumlah polemik yang ada, produktivitas lahan kelapa sawit lebih tinggi dibandingkan jenis bahan baku minyak sayur lainnya. Setiap tahun, tanaman bernama latin Elaeis guineensis ini, bisa menghasilkan empat ton minyak sayur dalam satu hektar luas lahan.
Sedangkan repressed, bunga matahari, dan kacang kedelai, menghasilkan minyak sayur tak lebih dari satu ton setiap tahunnya.
Selain produktivitasnya yang tinggi, kelapa sawit juga termasuk tanaman murah, sangat kuat, tumbuh cepat, dan mudah dipanen. Maka, tak heran bila tanaman ini masih menjadi primadona penghasil minyak sayur paling populer di dunia.
Berita Terkait
-
Dari Senam Hingga Edukasi Nutrisi: Ini Bukti Gaya Hidup Sehat Sudah Jadi Kebutuhan, Bukan Cuma Tren!
-
Frugal Living, Gaya Hidup Hemat atau Terlalu Pelit?
-
Hadirkan Velvet Series, Modena Bikin Dapur Makin Estetik dan Fungsional
-
Ramadan dan Gaya Hidup Konsumtif: Mengapa Keuangan Jadi Kacau?
-
Investasi Mengejutkan Cristiano Ronaldo: Mengubah Nutrisi Jadi Bisnis Teknologi Masa Depan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Pentingnya Belajar Ilmu Agama, Pasutri Pamer Batal Puasa karena Lupa Mandi Junub
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026
-
Serangan AS-Israel: Liga Iran Resmi Dihentikan, Pemain Asing Pilih Angkat Kaki
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS, Timur Tengah di Ambang Eskalasi
-
Sampai Kapan Batas Penukaran Uang Baru 2026? Ini Cara dan Aturannya
-
Sequis Life Gelar Customer Gathering untuk Perkuat Hubungan Nasabah
-
Media Italia Klaim Jay Idzes Sebagai Rekrutan Terbaik Sassuolo Musim Ini
-
Tuhan Nggak Butuh Pengacara: Belajar Beragama "Santuy" tapi Berisi Bareng Mbah Nun
-
HP Rp 1 Jutaan, REDMI A7 Pro Resmi di Indonesia: Baterai 6.000mAh, HyperOS 3
-
Aktivis Muhammad Husein Ungkap Tanda-Tanda Perang Sebelum Israel Bombardir Iran