Indotnesia - Memelihara hewan peliharaan jadi salah satu hal yang menyenangkan. Begitu juga dengan memelihara burung berkicau.
Suara burung berkicau yang merdu sangat enak untuk dinikmati dan dapat membuat diri jadi rileks. Apalagi, kicauan burung bisa juga memiliki rima atau nadanya tersendiri, layaknya manusia bernyanyi. Saat ini kicau burung bukan hanya menjadi kebanggaan peliharaan di rumah, tetapi sudah dibawa masuk ke ajang perlombaan.
Sejarah Lomba Kicau Burung
Awal mula lomba kicau burung di Indonesia tak luput dari sejarah panjang komunitas perburungan, yaitu tiga tahun setelah berdirinya Pelestarian Burung Indonesia (PBI) pada 1973. PBI adalah cikal bakal dan pelopor terselenggaranya lomba kicau burung.
Penggagas lomba kicau burung adalah para pedagang burung di Pasar Pramuka, Jakarta. Saat itu, PBI juga menjadi event organizer (EO) penyelenggaraan lomba kicau burung.
Tujuan lomba saat itu lebih kepada cara untuk meramaikan pasar burung dan memunculkan penggemar burung, sehingga dapat meningkatkan penjualan para pedagang burung
Aktivitas penyuka kicauan burung sebenarnya sudah ada sebelum PBI berdiri. Akan tetapi, saat itu belum dijadikan sebagai perlombaan, masih sebatas ajang silaturahmi saudara, teman, atau kenalan sebagai sesama penyuka kicau burung.
Selain itu, pada awal mula terselenggaranya, lomba ini bukan hanya sekedar membandingkan kicauan tiap-tiap burung yang dibawa, tetapi juga sebagai ajang menunjukkan status sosial. Masuk golongan kaya atau miskin tergantung dari jenis burung yang dibawa.
Seiring berjalannya waktu, kesenjangan sosial itu tidak berlaku lagi. Sekarang, lomba kicau burung malah menjadi pemersatu. Para penyuka kicau burung menyebut kelompok mereka sebagai ‘kicaumania’.
Keberadaan Kicaumania juga semakin menjamur seiring dengan diadakannya lomba kicau burung di berbagai daerah dan bahkan nasional. Beberapa daerah bahkan menjadikan lomba kicau burung sebagai acara tahunan. Di Yogyakarta misalnya, sudah menjadi agenda pariwisata tahunan dan sudah berjalan 7 putaran. Pada tahun 2020 terjeda karena pandemi dan larangan berkumpul dan beramai-ramai.
Lomba Kicau Burung
Lomba kicau burung memberikan beberapa poin untuk menentukan penilaiannya. Poin-poin tersebut diisi oleh para juri yang mengamati kicauan burung yang digantung di atas tiang. Berikut 4 poin penilaian lomba kicau burung:
1. Durasi
Penilaian berdasarkan durasi itu ketika burung mampu berkicau secara intens atau sering. Burung yang memiliki jeda kicau yang lama akan mengurangi durasi.
2. Nada/ Irama
Layaknya para penyanyi, lomba kicau burung juga dinilai berdasarkan iramanya. Irama kicauan burung yaitu, ketika burung dapat membuat berbagai variasi suara atau kicauan.
Berita Terkait
-
Mulai Sekarang! 5 Hobi Sehat yang Bisa Kamu Kuasai Kurang dari 7 Hari
-
Dari Jarum Turun ke Hati: Menyulam Ternyata Bisa Bikin Dopamin Happy!
-
Dilema Generasi Muda Masa Kini: Antara Gaya Hidup dan Kecemasan Finansial
-
Bukan Sekadar Menunggu Tua: Trik Menyiapkan Aging with Grace Sejak Hari Ini
-
Eco-Friendly, Mengapa Gaya Hidup Ramah Lingkungan Terasa Sulit Terjangkau?
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Tanpa Kuartet Brasil, Arema FC Siapkan 'Tembok' Baru Redam David da Silva dan Ciro Alves
-
Reaksi Keluarga dan Sahabat Dibohongi Awkarin Hamil di Luar Nikah, Cuma Satu Orang yang Istigfar
-
Etos Kerja Lionel Messi Dibawa ke Persija Jakarta
-
WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN
-
Promo MyPertamina April 2026, Ada Cashback hingga Voucher Rp800 Ribu
-
KDM dan Ahmad Luthfi Ketawa Bareng di Jakarta, Netizen Kena Prank Medsos?
-
BGN Klarifikasi Konten Viral Susu 'Makan Bergizi Gratis' Dijual di Minimarket
-
Buntut Kasus Amsal, Kajari Karo Terancam Pidana! Safaruddin DPR: Abaikan Perintah Hakim
-
Diklaim Ramah Lingkungan, Ekowisata Justru Berisiko Gagal Redam Emisi Karbon Global: Mengapa?
-
Review Mardaani 3: Penampilan Memukau Rani Mukerji sebagai Polisi, Baru Tayang di Netflix