Indotnesia - Wisata Yogyakarta sempat lesu akibat pandemi Covid-19. Namun, perlahan sektor pariwisata mulai bangkit, terutama pada momen libur Lebaran 2022.
Seperti diketahui, setelah dua tahun dibatasi, kini masyarakat diperbolehkan untuk mudik. Salah satu lokasi tujuan para pemudik adalah Yogyakarta.
Selain berkumpul dengan keluarga, sebagian dari mereka memilih menghabiskan waktu di tempat-tempat wisata Jogja, seperti Malioboro. Hal tersebut membuat para kusir andong kecipratan berkah.
Melansir dari Suara Jogja, seorang kusir delman Ponijo mengatakan sekarang jumlah penumpang andongnya lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Dia bahkan menyebut kawasan Malioboro seperti kota mati ketika awal-awal pandemi.
"Sudah narik enam kali dari jam 11.00 pagi. Ini wisata mulai perlahan pulih, normal lagi," ujarnya.
Pada Lebaran tahun lalu, ia mengaku hanya berdiam di rumah karena ketatnya aturan pemerintah untuk mencegah penularan virus Covid-19. Kini, ia dapat bernapas lega karena keadaan membaik.
"Ini sungguh angin segar, yang jelas memperbaiki keadaan. Kalau Lebaran kemarin enggak ada yang keluar narik. Karena memang di-lockdown Jogja," jelasnya.
Dia menceritakan kondisinya yang harus mencari pekerjaan sampingan selama lebih dari setahun. Industri pariwisata yang anjlok juga membuatnya harus mengandangkan kudanya.
"Baru hari ini keliatan ramai, harapannya gini terus. Setelah Lebaran pun ke depan ya kalau bisa lebih ramai lagi," katanya.
Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengandalkan pariwisata sebagai sumber perekonomian. Namun, pandemi mengubah keadaan hingga industri andalan tersebut meredup.
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bagkan menilai Yogyakarta telah kehilangan Rp10 triliun sepanjang pandemi.
Di sisi lain, Malioboro terus berbenah selama masa pandemi. Sebelumnya, telah dilakukan uji coba Jalan Malioboro sebagai kawasan pedestrian, yang berarti tidak ada kendaraan pribadi yang melewati kawasan tersebut.
Tak hanya itu, Malioboro juga dikukuhkan sebagai kawasan bebas rokok. Mulai 1 Februari 2022, PKL Malioboro juga telah direlokasi ke tempat baru bernama Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.
Berita Terkait
-
Usai Lebaran, Mensos Ingatkan Persiapan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Rakyat
-
Di Tengah Ramainya Malioboro, Komunitas Andong Ini Terhubung Lewat Selapan
-
Aksi Spontan Dua Siswi SMA Bikin Haru di Malioboro, Ikut Nyanyi Bareng Pengamen
-
Hujan di Parangtritis: Ketika Perjalanan Tak Sesuai Rencana Justru Memberi Cerita
-
Meriahnya Adu Perahu Balumbo Biduk di Sungai Batang Asai
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Apa Arti Mimpi Kecebur Sungai atau Got? Ini Penjelasannya Menurut Primbon Jawa