Indotnesia - Pemerintah Kota Yogyakarta sedang melakukan pembenahan tatan kota, salah satunya mengembalikan rupa Alun-Alun Utara seperti semula, yaitu mengganti tanah alun-alun menjadi pasir.
Tindakan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengusulan Sumbu Filosofi oleh Pemerintah Daerah DIY untuk menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia Tak Benda ke UNESCO.
Sejak April 2022, proses revitalisasi telah berjalan dan diperkirakan rampung pada Juli mendatang. Fasad atau muka bangunan Alun-Alun Utara akan dikembalikan seperti saat masa kepemimpinan Sultan Hamengku Buwono HB I.
Menurut Wakil Penghageng II Tepas Pinitikisma Kraton Yogyakarta, KRT Suryo Satriyanto, digantinya halaman Alun-Alun Utara dengan pasir dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanah alun-alun dan menjaga kelestariannya.
“Kami mengembalikan tanah Alun-Alun Utara ke material aslinya yakni pasir, sangat penting untuk menjaga kemuliaan serta kelestarian Alun-alun sebagaimana mestinya,” jelas Suryo, seperti dikutip dari Suara.com pada Kamis (5/5/2022).
Pasir yang digunakan untuk mengganti tanah di halaman sekitar Alun-Alun Utara, merupakan pasir khusus yang berasal dari tanah Kasultanan. Bahkan, pengambilan pasir telah melalui proses pemilihan sekaligus pertimbangan dari pihak internal Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Berdasarkan keterangan dari laman resmi Kraton Jogja, Alun-Alun Utara memiliki berbagai fungsi dan peran Kraton sebagai pusat pemerintahan. Halaman istana Kesultanan yang luas ini, menjadi penghubung secara sosial maupun tata ruang bagi kawasan di sekitarnya. Salah satu contohnya adalah keberadaan Kraton dan Masjid Gedhe yang digambarkan sebagai kedekatan antara Sultan dan rakyatnya.
Dilansir dari Suara.com, tanah Alun-Alun Utara yang diganti menjadi pasir lembut memiliki arti sebagai laut tak berpantai. Hal tersebut merupakan merupakan perwujudan dari kemahatakhinggaan Tuhan.
Proses permuliaan atau pembangunan kembali halaman Alun-Alun Utara menjadi pasir seperti dahulu, juga menjadi salah satu langkah Kraton untuk merawat aset-aset Kagungan Dalem atau kepunyaan Sultan. Selain itu, Suryo juga menjelaskan jika pengembalian pasir ke halaman Alun-Alun Utara, juga sebagai wujud keindahan,
“Termasuk sebagai salah satu pengejawantahan (wujud) dari konsep menjaga dan memperindah keindahan dunia, Memayu Hayuning Bawono,” ungkapnya, dikutip dari Suara.com.
Berita Terkait
-
Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
Kemarahan Publik: Indikator Kebijakan Benar-benar Berpihak Kepada Rakyat
-
Dari Istana ke Paspor: Mengapa Politik Menentukan Kesempatan Kerja?
-
Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Siapkah Orang Tua?
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Dua Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho
-
Ratu Dewa Ungkap Alasan Pemkot Palembang Siapkan Perda dan Perwali Terkait LGBT
-
'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans
-
Baru 1 Tahun Ada 15 Kepala Daerah Kena OTT KPK, Ini Daftarnya!
-
Rusuh Berakhir Pendukung Baku Hantam, Dua Anggota DPRD Riau Bakal Disanksi
-
Penantang Vario 125 dari Yamaha Usung Fitur Canggih bak Moge
-
Lonjakan Eksplorasi Migas Jadi Momentum, Pospera Sumsel Ingatkan SKK Migas Soal Keadilan Energi
-
Nobar Piala Dunia Bareng BRI Sambil Buka Peluang Kolaborasi Bisnis
-
Bukan Sekadar CFD, Jembatan Ampera Disulap Jadi Panggung Kebaya dan Songket Palembang
-
Rugi Rp1,5 Miliar! Tiga Kapal di Muara Angke Ludes Terbakar Akibat Korsleting