Indotnesia - Pemerintah optimis mampu menghapus kemiskinan ekstrem pada 2024. Target tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam Peluncuran Instruksi Presiden (Inpres) No.4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Target hapus kemiskinan ekstrem itu disebut 6 tahun lebih cepat dari target Sustainable Development Goals (SDGS) yang direncanakan rampung pada 2030.
“Pemerintah berkomitmen menghapus kemiskinan ekstrem enam tahun lebih cepat dari target SDGS di tahun 2030 menjadi 2024, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo,” kata Muhadjir di Kantor Kemenko PMK pada Selasa (14/6/2022), seperti dikutip dari Suara.com.
Dilansir dari Suara.com, pemerintah akan menghapus angka kemiskinan dari empat persen menjadi nol persen pada 2024.
Langkah ambisius tersebut dilakukan untuk menuju Indonesia Maju, yaitu visi pemerintah dalam membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2045 dengan ekonomi kuat, sumber daya manusia berkualitas dan berbudi luhur.
Menurut Muhadjir, meski angka kemiskinan ekstrem di Indonesia relatif kecil, membersihkannya membutuhkan usaha ekstra.
“Kemiskinan ekstrem ibarat kerak nasi, sehingga membutuhkan daya yang besar dan usaha keras untuk mengatasinya. Jumlah yang kecil ini adalah merupakan kerak dari piramida kemiskinan. Karena dia kerak, maka daya ungkitnya membutuhkan energi sumber daya yang ekstra,” ungkap Muhadjir, dikutip dari Suara.com.
Untuk mencapai target yang diharapkan, pemerintah akan fokus pada sejumlah kegiatan kunci. Diantaranya adalah melalui bantuan sosial dan subsidi, yaitu program atau kegiatan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin ekstrem.
Selain itu, pemberdayaan masyarakat juga akan dilakukan agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat miskin ekstrem dan pembangunan infrastruktur pelayanan dasar untuk menurunkan jumlah kemiskinan.
Melalui Inpres No.4 Tahun 2022, presiden juga mengamanatkan kepada 22 kementerian, 6 lembaga dan pemerintah daerah agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing guna menanggulangi kemiskinan ekstrem.
"Kita semua menyadari bahwa menghapuskan kemiskinan ekstrem merupakan tantangan yang sangat berat, untuk itu keterpaduan dan sinergi program serta kerjasama antar kementerian/lembaga diharapkan mampu melipatgandakan kekuatan untuk mewujudkan target tersebut," jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia adalah 4% atau sekitar 10,86 juta jiwa. Sementara angka kemiskinan berada di angka 9,71% atau sebesar 26,5 juta orang.
Berita Terkait
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Perjuangan Cetta Callysta, Siswi SMAN 70 Jadi Kandidat Pembawa Baki Paskibraka DKI 2026
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Ledakan Hebat SPPG Puri Medali Mojokerto, 5 Orang Alami Luka Bakar Serius
-
Viral Boleh, Hoaks Jangan: Pakar Hukum hingga PWI Jateng Ungkap Efek Hukum Konten Misleading
-
Jokowi Hadiri Sidang Tahunan di DPR, Datang Sendiri Pakai Mobil BMW Listrik
-
Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya
-
Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak
-
Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini
-
Mengapa Sepatu Putih Berubah Kuning setelah Dicuci? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
-
Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun
-
Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki
-
Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari