Indotnesia - Mantan Perdana Malaysia Mahathir Mohamad sempat ramai jadi perbincangan masyarakat Indonesia di media sosial. Pernyataannya yang menyebut Kepulauan Riau seharusnya diklaim jadi bagian dari Malaysia menuai sorotan publik.
Dalam pidatonya saat di Selangor, Minggu (19/6/2022) Mahathir juga menyinggung wilayah Singapura yang seharusnya menjadi milik Malaysia.
“Seharusnya kita tidak hanya menuntut agar Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh dikembalikan kepada kita, tetapi kita juga harus menuntut kembalinya Singapura dan Kepulauan Riau ke Malaysia sebagai tanah Melayu,” ungkapnya, seperti dikutip dari Yahoo Malaysia.
Terkait pernyataan tentang Kepulauan Riau diklaim sebagai wilayah Malaysia, perlunya kita pahami terlebih dahulu tentang sejarah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara Vietnam, Singapura, dan Malaysia ini, dilansir dari Suara.com.
Dikuasai Kerajaan Melayu hingga memisahkan diri jadi Kepulauan Riau
Kepulauan Riau atau dikenal dengan singkatan Kepri memiliki hubungan dengan Kerajaan Melayu diduga setelah ditemukannya Prasasti Pasir Panjang di Kabupaten Karimun yang memiliki semboyan pemujaan melalui tapak kaki Buddha.
Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Buddha diperkirakan masuk di wilayah tersebut melalui pedagang dari Tiongkok dan India.
Selain itu, berdirinya Kesultanan Riau-Lingga yang berasaskan Melayu Islam dan Islam menjadikan masa Islam di wilayah Kepri semakin berkembang.
Berdasarkan catatan sejarah, provinsi ke-32 di Indonesia tersebut pernah dikuasai oleh Kesultanan Johor-Riau. Sayangnya, kerajaan tersebut lantas mengalami kemunduran pada 1812 setelah wafatnya Sultan Mahmud Syah III, Yang Dipertuan Besar Johor-Pahang-Riau-Lingga ke XVI.
Baca Juga: Sejarah Jalan Malioboro, Berawal dari Jalan Utama Kerajaan hingga Ramai PKL
Merupakan pusat perdagangan dan keramaian, nama Riau diduga berasal dari kata “riuh” yang artinya ramai. Nama tersebut lantas berkembang, terutama pada masa kolonial ditulis “Riouw” sesuai ejaan bahasa Belanda.
Saat masa kolonial, pulau Penuba di Kepulauan Riau mendapatkan julukan Hawaii Van Lingga. Tak hanya itu, kepulauan tersebut juga berkembang dengan adanya penggunaan uang tersendiri bagi wilayah Kepri dan terbentuknya Karesidenan Riouw, bukti pengaruh adanya kolonial di daerah tersebut.
Pada 1922, Belanda membagi wilayah administratif Riau menjadi 4 wilayah kawedanan (onder-afdeeling), terdiri dari:
- Onder-Afdeeling Tanjung Pinang,
- Onder-Afdeeling Karimun,
- Onder-Afdeeling Lingga, dan
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia
-
Rodri Kejar Gelar yang Belum Dimiliki, Piala Dunia 2026 Bersama Timnas Spanyol
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang