Indotnesia - Ibukota Jakarta sempat masuk dalam kategori salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Menurut laman AQ Index, nilai konsentrasi kualitas udara kota tersebut mencapai PM 2.5 atau 14 kali lebih tinggi dari ambang batas kualitas udara yang ditetapkan World Health Organization (WHO).
Meski kasat mata, kondisi udara yang buruk dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Dilansir dari laman resmi WHO, 9 dari 10 orang saat ini menghirup polusi udara yang mana menjadi faktor pembunuh sekitar 7 juta orang setiap tahunnya.
Lebih lanjut, WHO menjelaskan bahwa efek kesehatan dari polusi udara sangatlah serius. Disebutkan setidaknya sepertiga kematian akibat stroke, kanker paru-paru dan penyakit jantung disebabkan oleh polusi udara.
Efek penyakit tersebut setara dengan merokok tembakau dan jauh lebih tinggi, bahkan ketika dibandingkan dengan efek makan terlalu banyak garam. Pasalnya, polutan mikroskopis di udara dapat menyelinap lewat pertahanan tubuh, menembus ke dalam sistem pernapasan dan peredaran darah, hingga merusak paru-paru, jantung, dan otak.
Tingginya tingkat polusi udara kerap dikaitkan dengan perubahan iklim, terutama didorong dengan maraknya penggunaan bakar fosil. Bahkan, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim memperingatkan agar listrik berbahan bakar batu bara harus berakhir pada 2050.
Imbauan tersebut ditujukan agar penduduk dunia dapat membatasi kenaikan pemanasan global hingga 1,5 derajat celcius. Pasalnya, jika tidak segera diatasi, krisis iklim yang jadi salah satu penyebab polusi udara akan lebih parah terjadi dalam 20 tahun mendatang.
Oleh karena itu, bahaya polusi udara dapat diminimalisir dengan melakukan tips pencegahan berikut ini, terutama dalam menjaga kesehatan paru-paru seperti dilansir dari laman Lung.or, yaitu:
1. Menggunakan masker
Masker jadi salah satu upaya pencegahan dampak buruk polusi udara bagi paru-paru. Penggunaan masker mampu mencegah debu dan partikel kecil masuk ke saluran pernapasan. Berdasarkan rekomendasi sejumlah ahli kesehatan, masker yang efektif dapat mencegah dampak polusi udara dengan maksimal yakni masker N95.
Baca Juga: Rutin Jalan Kaki Efektif Turunkan Berat Badan, Bagaimana Idealnya?
2. Kurangi aktivitas luar ruangan
Saat kualitas udara buruk, sebisa mungkin hindari aktivitas luar ruangan berlebihan, termasuk olahraga. Selain itu, hindari daerah dengan polutan tinggi seperti jalan raya macet atau kawasan dekat pabrik
3. Konsumsi makanan antioksidan
Polusi udara mengandung radikal bebas yang dapat mengancam kesehatan ketika masuk dalam tubuh. Maka dari itu, untuk menangkalnya dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi antioksidan, seperti brokoli, jeruk, bayam, dan tomat.
Polusi udara jadi kondisi pembunuh menakutkan di dunia. Oleh karena itu, keadaan tersebut tidak boleh disepelekan dan harus diatasi dengan maksimal. Lebih membahayakan dari udara rokok tembakau, masyarakat perlu memahami betapa bahayanya polusi bagi kesehatan tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Gunung Lokal Terbaik 2026 dan Harganya
-
6 Fakta Miris Kapasitas TPA Sarimukti yang Habis di 2026
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Intip Harta Kekayaan Dadan Hindayana yang Capai Rp9 Miliar
-
Klasemen Grup A Piala AFF U-19: Indonesia Sapu Bersih, Tapi Masih di Bawah Vietnam
-
Mengapa Kasus Noven Mandek Bertahun-tahun?
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
Bandung Raya Siaga Satu! TPA Sarimukti Diprediksi Penuh Total Oktober 2026
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan