Suara.com - Beberapa hari belakangan kualitas udara di Jakarta menunjukkan indikator tidak baik. Bahkan, situasi itu berlangsung selama beberapa hari.
Polusi udara ini tidak hanya menghalangi pandangan kita, tetapi partikel udara masuk ke paru-paru jutaan penduduk kota, mempengaruhi kesehatan mereka secara keseluruhan.
Sekarang menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, partikel beracun di udara tercemar yang dihirup dapat diangkut dari paru-paru ke otak melalui aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan gangguan otak dan kerusakan saraf.
Dilansir dari Healthshots, ada beberapa penelitian di masa lalu yang menyebutkan bahwa polusi udara secara signifikan dapat meningkatkan risiko gangguan neurologis, termasuk penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan jenis demensia lainnya.
Namun, para ahli dari University of Birmingham dan lembaga penelitian di China, yang melakukan penelitian tersebut kini telah menemukan jalur langsung yang digunakan oleh partikel halus yang dihirup melalui aliran darah.
Temuan baru menunjukkan bahwa partikel udara yang tercemar dapat tinggal lebih lama di otak daripada di organ metabolisme utama lainnya.
Tak hanya itu, para ilmuwan juga menemukan berbagai partikel halus dalam cairan serebrospinal manusia pasien yang mengalami gangguan otak, yang secara gamblang mengungkap bahwa itu adalah akibat dari zat partikulat beracun yang berakhir di otak.
“Ada kesenjangan dalam pengetahuan kami tentang efek berbahaya dari partikel halus di udara pada sistem saraf pusat. Pekerjaan ini menyoroti hubungan antara partikel yang dihirup dan bagaimana partikel tersebut kemudian bergerak di sekitar tubuh," kata rekan penulis Profesor Iseult Lynch, dari University of Birmingham, dalam sebuah pernyataan.
“Data menunjukkan bahwa hingga delapan kali jumlah partikel halus dapat mencapai otak dengan melakukan perjalanan, melalui aliran darah, dari paru-paru daripada melewati langsung melalui hidung – menambahkan bukti baru tentang hubungan antara polusi udara dan efek merugikan dari partikel tersebut. di otak.”
Baca Juga: Reduksi Polusi Udara di Jakarta, Warga Diimbau Gunakan Transportasi Massal
Sementara polusi udara kurang lebih merupakan campuran dari beberapa komponen beracun, partikulat (PM, terutama partikel halus sekitar seperti PM2.5 dan PM0.1), adalah yang paling harus kita khawatirkan dalam hal menyebabkan kerusakan. efek kesehatan.
Partikel ultra-halus, khususnya, mampu lolos dari sistem pelindung tubuh, dan dapat melewati sel imun sentinel dan penghalang biologis.
Studi ini menyimpulkan bahwa partikel yang dihirup dapat melintasi penghalang udara-darah dan begitu mereka mencapai otak, mereka dapat menyebabkan kerusakan pada penghalang darah-otak dan jaringan di sekitarnya. Begitu mereka ada di sana, partikel-partikel itu bisa sulit dibersihkan dan disimpan lebih lama daripada di organ lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga