Indotnesia - Kesulitan untuk fokus pada suatu hal tak hanya dialami oleh anak-anak saja, tetapi juga orang dewasa. Sulit memusatkan perhatian menjadi salah satu gejala Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Apa itu ADHD yang kerap bikin gagal fokus?
ADHD merupakan gangguan kesehatan mental yang mencakup kombinasi masalah persisten.
Melansir dari laman NHS United Kingdom, gangguan kesehatan ini adalah suatu kondisi yang memengaruhi perilaku seseorang.
Orang dengan ADHD bisa tampak gelisah, mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi dan mungkin bertindak berdasarkan dorongan hati. Namun, gejala ini mirip dengan gejala gangguan mood atau kecemasan.
Gangguan ini biasa terjadi pada anak-anak, tetapi tak jarang juga terjadi pada orang dewasa. Meskipun, gejala ADHD dewasa biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan berlanjut hingga dewasa. Dalam beberapa kasus, gejala tidak dikenali atau didiagnosis sampai orang tersebut dewasa.
Attention deficit hyperactivity disorder pada dewasa dapat menyebabkan hubungan yang tidak stabil, kinerja sekolah atau pekerjaan yang buruk, harga diri yang rendah atau insecure dan masalah lainnya.
Gejala
Mengutip Mayoclinic, gejala ADHD pada orang dewasa mungkin tidak sejelas gejala yang terjadi pada anak-anak. Misalnya, gejala hiperaktif dapat berkurang, tetapi perjuangan melawan impulsif, gelisah, dan kesulitan memperhatikan dapat berlanjut.
Baca Juga: Peneliti Membuktikan Screen Time pada Anak Tidak Menyebabkan Masalah Perhatian Maupun ADHD
Gejala lain yaitu sulit memprioritaskan, yang mengarah pada tenggat waktu yang terlewat dan pertemuan atau rencana sosial yang terlupakan. Selain itu, ketidakmampuan mengendalikan impuls dapat terlihat dari ketidaksabaran menunggu dalam antrean atau mengemudi di lalu lintas hingga perubahan suasana hati dan ledakan kemarahan.
Penyebab dari gangguan kesehatan mental ADHD masih belum pasti. Namun, Mayoclinic menyebutkan ada 3 faktor yang mungkin memengaruhinya, yaitu genetika, lingkungan, dan masalah dalam proses pengembangan.
Faktor genetik dan paparan lingkungan yang tidak sehat berkemungkinan memiliki peran dalam memunculkan gejala gangguan kesehatan ini.
Penanganan
Dalam perjalanannya, gejala ADHD dapat ditangani dengan bantuan obat-obatan dan konseling psikologis (psikoterapi). Carilah penyedia yang memiliki pelatihan dan pengalaman dalam merawat orang dewasa dengan gangguan kesehatan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Sebelum Sidang Kabinet, Prabowo dan Menteri-menteri Bayar Zakat di Istana Negara
-
Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus
-
Bikin Mudik Makin Aman, Ini Camilan Sehat yang Tidak Bikin Ngantuk Menyetir
-
Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam
-
Resmi Dibeli Indonesia, Ini Spesifikasi Mengerikan Rudal Supersonik BrahMos
-
Bikin Gempar vs Gentar: Adu Fitur Drone Iran Rp300 Juta Lawan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
Mudik Tanpa Internet? Ini Cara Pakai Google Maps Offline agar Bisa Navigasi
-
Siaga Penuh! PLN Siapkan 1.681 SPKLU di Jalur Mudik Utama
-
Ogah Jadi Sasaran Tunggal, Ratu Seret Nama Wanita Lain yang Goda Pesulap Merah
-
Kompolnas Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Ancaman Demokrasi