/
Jum'at, 01 Juli 2022 | 11:12 WIB
Dokumentasi Rusia/ TASS

Indotnesia - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Rusia bertemu Vladimir Putin untuk membawa misi damai nampaknya membuahkan hasil. Hal itu disampaikan Jokowi yang siap menjadi penghubung antara Rusia dan Ukraina.

“Saya menyampaikan pesan Presiden Zelensky kepada Presiden Putin dan mengatakan saya siap membantu menjalin kontak antara kedua pemimpin,” dilansir dari situs resmi kepresidenan Rusia.

Jokowi juga menyampaikan, isu-isu yang berkaitan dengan perdamaian dan kemanusiaan menjadi prioritas kebijakan luar negeri Indonesia dan menjadi salah satu alasannya melakukan kunjungan ke Kyiv dan Moscow.

Tak hanya itu, pertemuan Jokowi dengan Putin juga membahas beberapa hal terkait kerja sama antara Indonesia - Rusia dan kepentingan masyarakat dunia lainnya. Lalu, apa saja yang dibahas oleh keduanya?

Pertama, Putin menyampaikan Indonesia adalah mitra utama Rusia yang sudah berlangsung sejak lama. Menurutnya, Indonesia juga menjadi mitra kunci Rusia di Asia-Pasifik.

“Hubungan Rusia-Indonesia bersifat konstruktif dan saling menguntungkan dan terus berkembang atas dasar tradisi persahabatan dan bantuan timbal balik yang telah berlangsung lama,” dilansir dari situs resmi kepresidenan Rusia.

Kedua, pembahasan terkait dengan kerjasama ekonomi dan perdagangan bilateral antar kedua negara, baik zona perdagangan bebas maupun pengembangan bisnis transportasi. Selain itu, mereka sepakat untuk meningkatkan peluang baru dan saling menguntungkan.

Ketiga, terkait kepentingan masyarakat dunia, Jokowi juga membahas tentang pentingnya pangan dan pupuk bagi masyarakat dunia.

“Saya menghargai bahwa Putin mengatakan bahwa Rusia menjamin keamanan pasokan makanan dan pupuk tidak hanya dari Rusia tetapi juga dari Ukraina,” kata Presiden RI.

Baca Juga: Usai Lawatan ke Ukraina dan Rusia, Jokowi: Saya Siap Jadi Jembatan Komunikasi Kedua Pemimpin

Keempat, pembahasan tidak hanya mengenai investasi dan perdagangan, tetapi juga menyoal bidang pariwisata. Salah satunya rencana bebas visa bagi turis dan kemungkinan layanan penerbangan langsung dari Moscow ke Bali.

“Kami sedang mendiskusikan kemungkinan melanjutkan layanan udara langsung antara Moskow dan pulau resort Bali,” kata Vladimir Putin.

Kelima, Rusia dan Indonesia juga berupaya mengoordinasikan terkait upaya PBB yang ingin mengintegrasikan lagi produk makanan dari Rusia dan Ukraina ke dalam rantai pasokan global.

Selain itu, juga membahas tentang Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang akan dipimpin Indonesia tahun depan.

Sebagai penutup, Jokowi menyampaikan bahwa kunjungannya tidak memiliki kepentingan lain selain agar perang antara Rusia - Ukraina segera berakhir serta terkait kepentingan jutaan orang.

“Indonesia tidak memiliki kepentingan lain selain keinginan agar perang segera berakhir dan agar rantai pasokan pangan, pupuk, dan energi segera dipulihkan karena ini berdampak pada kehidupan ratusan juta bahkan jutaan orang,” terang Jokowi.

Load More