Indotnesia - Nama Moch Subchi Al Tsani (MSAT) ramai disorot lantaran kasus pencabulan yang dilakukan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur, milik orang tuanya.
Dari kabar yang beredar, pria yang akrab disapa Mas Bechi melakukan aksi bejatnya dengan modus ilmu metafakta. Apa itu ilmu metafakta?
Ilmu Metafakta
Mengutip dari akun Instagram @musikmetafakta yang merupakan situs terapi kesehatan, meta adalah sesuatu yang tidak tampak atau kasat mata. Sementara, fakta adalah sesuatu yang dapat disaksikan nyata secara langsung.
Metafakta adalah visualisasi hal-hal akurat yang dapat ditangkap panca indra manusia khususnya pada tangkapan akal dan otak manusia yang kadang tidak selalu dapat menangkap informasi meta dengan mudah.
Melansir dari dari Suara.com, menurut pendamping korban, Nun Sayuti mengungkapkan ilmu metafakta yang diklaim oleh tersangka Bechi merupakan ilmu kesaktian yang bisa menyembuhkan penyakit. Selain itu, ilmu metafakta juga disebut bisa mengabulkan keinginan.
Dia juga mengatakan bahwa ilmu ini bisa disalurkan dengan berbagai cara dan yang paling terkenal melalui musik. Musik metafakta diklaim bisa menyembuhkan penyakit karena mampu mengikat oksigen.
Sebelumnya, diketahui selain menjabat sebagai pengasuh Ponpes Majma'al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Bechi juga seorang anak band dan dekat dengan Indra Qadarsih.
Kasus Pencabulan oleh MSAT
Baca Juga: Perjalanan Kasus Mas Bechi hingga Menyerahkan Diri, Sempat Dilindungi Sang Ayah
Nun menceritakan ilmu itulah yang dijadikan modus Mas Bechi hingga terjadi persetubuhan terhadap santrinya. Berawal dari rekrutmen relawan kesehatan dan janji akan mentransfer ilmu metafakta kepada korban.
Saat hendak mentransfer ilmu kesaktian itu, korban diminta untuk melepaskan pakaiannya dengan dalih agar ilmunya bisa masuk. Korban sempat menolak karena permintaannya pelaku dianggap tidak masuk akal, tetapi disangkal oleh pelaku.
MSAT mengatakan bahwa ilmu itu tidak bisa sampai jika masih mengandalkan akal atau logika. Karena penjelasan itulah kemudian korban mendapat tindakan pencabulan.
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer
-
Kasus Perdata Hak Royalti Lanjut, Pengacara Vidi Aldiano: Gugatan Salah Salamat
-
Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
-
Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan
-
Lebaran Tanpa Vidi Aldiano, Keluarga Buntu Pikirkan Konsep di Hari Raya
-
Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik
-
Review Doubt: Misi Profiler Kawakan Misi Mencari Kebenaran atau Misi Menutupi Aib?
-
3 Drama Korea dengan Kisah Pacar Virtual, Ada Boyfriend on Demand
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool
-
Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut