Bisnis / Makro
Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan program Makan Bergizi Gratis berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen di triwulan pertama 2026.
  • Peningkatan ekonomi nasional didorong oleh belanja pemerintah yang mencapai Rp 815 triliun untuk berbagai program stimulus serta penyaluran bantuan sosial.
  • Berbagai indikator ekonomi seperti inflasi, neraca perdagangan yang surplus, serta realisasi penyaluran kredit menunjukkan perkembangan positif selama kuartal pertama tahun ini.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen.

Hal ini menanggapi pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,61 persen di triwulan pertama (Q1) 2026.

Menko Perekonomian Airlangga menyebut bahwa Belanja Pemerintah tumbuh tinggi di angka 21,81 persen dengan anggaran mencapai Rp 815 triliun. Ini lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya.

"Ini di atas rata-rata historis dan tentu ini didorong oleh beberapa program belanja kementerian lembaga, termasuk MBG sampai dengan Maret Rp 51 triliun," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5/2026).

Selain MBG, Menko Airlangga menyebut Belanja Pemerintah ini juga mencakup stimulus diskon tarif, THR untuk ASN dengan realisasi Rp 51,65 triliun, hingga THR dari pihak swasta maupun ojek online (ojol).

Ilustrasi MBG. [Antara]

Untuk diskon tarif transportasi, Airlangga mengungkapkan stimulus ini berdampak pada kenaikan penumpang kereta api ekonomi 7,6 persen secara year-on-year (yoy), angkutan laut 2,56 persen yoy, hingga angkutan penyeberangan 13,7 persen yoy. Realisasi subsidi ini mencapai Rp 169 miliar.

Begitu pula untuk program kredit seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan capaian Rp 96,81 triliun di kuartal pertama atau 34,41 persen dari target.

Kemudian ada Kredit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Rp 55,92 miliar atau 23,19 persen dari target, Kredit Industri Padat Karya 82,93 persen atau 15 persen dari target, dan Kredit Program Perumahan Rp 14,92 triliun atau 42,89 persen dari target.

Menko Airlangga juga memaparkan indikator ekonomi terkini yang dinilai positif. Mulai dari inflasi April sebesar 2,42 persen, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 122,9 persen, Neraca Perdagangan Rp 3,32 triliun atau surplus 71 bulan beruntun.

Baca Juga: Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi

Terakhir dari faktor posisi pertumbuhan kredit, yang mana dana pihak ketiga meningkat 13,55 persen yoy dan pertumbuhan kredit sebesar 9,49 persen yoy

Load More