- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan program Makan Bergizi Gratis berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen di triwulan pertama 2026.
- Peningkatan ekonomi nasional didorong oleh belanja pemerintah yang mencapai Rp 815 triliun untuk berbagai program stimulus serta penyaluran bantuan sosial.
- Berbagai indikator ekonomi seperti inflasi, neraca perdagangan yang surplus, serta realisasi penyaluran kredit menunjukkan perkembangan positif selama kuartal pertama tahun ini.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berperan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen.
Hal ini menanggapi pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,61 persen di triwulan pertama (Q1) 2026.
Menko Perekonomian Airlangga menyebut bahwa Belanja Pemerintah tumbuh tinggi di angka 21,81 persen dengan anggaran mencapai Rp 815 triliun. Ini lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya.
"Ini di atas rata-rata historis dan tentu ini didorong oleh beberapa program belanja kementerian lembaga, termasuk MBG sampai dengan Maret Rp 51 triliun," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5/2026).
Selain MBG, Menko Airlangga menyebut Belanja Pemerintah ini juga mencakup stimulus diskon tarif, THR untuk ASN dengan realisasi Rp 51,65 triliun, hingga THR dari pihak swasta maupun ojek online (ojol).
Untuk diskon tarif transportasi, Airlangga mengungkapkan stimulus ini berdampak pada kenaikan penumpang kereta api ekonomi 7,6 persen secara year-on-year (yoy), angkutan laut 2,56 persen yoy, hingga angkutan penyeberangan 13,7 persen yoy. Realisasi subsidi ini mencapai Rp 169 miliar.
Begitu pula untuk program kredit seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan capaian Rp 96,81 triliun di kuartal pertama atau 34,41 persen dari target.
Kemudian ada Kredit Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Rp 55,92 miliar atau 23,19 persen dari target, Kredit Industri Padat Karya 82,93 persen atau 15 persen dari target, dan Kredit Program Perumahan Rp 14,92 triliun atau 42,89 persen dari target.
Menko Airlangga juga memaparkan indikator ekonomi terkini yang dinilai positif. Mulai dari inflasi April sebesar 2,42 persen, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 122,9 persen, Neraca Perdagangan Rp 3,32 triliun atau surplus 71 bulan beruntun.
Baca Juga: Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi
Terakhir dari faktor posisi pertumbuhan kredit, yang mana dana pihak ketiga meningkat 13,55 persen yoy dan pertumbuhan kredit sebesar 9,49 persen yoy
Berita Terkait
-
Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61% di Q1 2026, Pemerintah Klaim Lebih Tinggi dari China-AS
-
Indonesia Mulai Menua, BPS Catat Lansia Tembus 11,97 Persen
-
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi
-
Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN