Indotnesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan kasus suspek cacar monyet di Jawa Tengah memperlihatkan hasil negatif. Hal itu menandakan Indonesia masih nol kasus cacar monyet yang terkonfirmasi.
"Pagi ini hasil dari sampel lesi kulit negatif," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau Dirjen P2P Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu dikutip dari Suara.com pada Sabtu (6/8/2022).
"Siap betul sekali (Indonesia zero cacar monyet)," imbuhnya.
Menurutnya dr.Maxi, sebelum benar-benar dipastikan negatif sampel tes sudah melewati 2 kali pengetesan yang dilakukan di laboratorium pemeriksaan PCR.
Pengetesan pertama dilakukan pemeriksaan laboratorium pada Kamis (4/6/2022) terhadap sampel usap orofaring atau mulut dan tenggorokan suspek cacar monyet dan menunjukkan hasil negatif.
Pengetesan kedua, pemeriksaan sampel lesi atau cairan luka ruam di kulit yang diduga akibat monkeypox yang dilakukan pagi tadi juga memperlihatkan hasil negatif suspek cacar monyet.
Menurut Ketua Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Hanny Nilasari, pemeriksaan terhadap spesimen lesi kulit menjadi langkah penting untuk mendeteksi suspek cacar monyet terhadap seseorang.
"Lesi kulit itu yang paling tinggi sensitivitasnya jika dibandingkan dengan pemeriksaan orofaring," dikutip dari Suara.com.
Melansir dari Katadata, sebelumnya (19/7/2022) ada seorang pasien di Pati, Jawa Tengah yang diduga suspek cacar monyet dan telah dilakukan isolasi di RS Semarang untuk menerima pemeriksaan.
Baca Juga: Kenali Penyakit Cacar Monyet, Begini Gejala dan Cara Pencegahannya
“Seorang laki-laki (55) bukan pelaku perjalanan luar negeri,” kata Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril.
“Bisa saja hanya cacar biasa atau penyakit lain, bukan monkeypox,” imbuhnya.
Benar saja, kini Kemenkes telah mengkonfirmasi secara langsung bahwa hasil pemeriksaan pasien tersebut negatif dan saat ini Indonesia zero suspek cacar monyet.
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Detik-detik OTT Bupati Tulungagung: KPK Sita Sepatu Louis Vuitton hingga Duit Jatah Ratusan Juta!
-
Aldi Taher Sujud Syukur Bakal Terbang ke New York Fashion Week, Siap Pamer Batik Lokal
-
Format Draft Kapten dan 1 On 1 Challenge Sukses, IBL All-Star 2026 'Pecah' di Bandung
-
KPK: Duit Perasan Rp2,7 Miliar Bupati Tulungagung Dipakai Beli Sepatu hingga Bayar THR Forkopimda!
-
Menang Badminton Lawan Betrand Peto, Samuel Cipta Tepati Nazar ke Fans
-
Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran
-
AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global
-
Hyeop-sama Is Back! Chae Jong Hyeop Dikonfirmasi Bintangi Drama Jepang Baru
-
Analisis Kemenangan Persija Jakarta Atas Persebaya Surabaya, Jadi Sinyal Kebangkitan Macan Kemayoran
-
Penembakan Pemuda Palestina di Deir Jarir Ungkap Eskalasi Brutalitas Pemukim Ilegal Israel