- Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, menjalani debut dengan Ajax Amsterdam menghadapi NEC Nijmegen, berakhir imbang.
- Paes harus bermain sebagai starter hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah percakapan singkat dengan pelatih.
- Ia menilai performa menjaga gawang cukup baik, namun mengakui adanya kesalahan kecil pada distribusi bola.
Suara.com - Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, mengaku belum sepenuhnya puas usai menjalani debutnya bersama Ajax Amsterdam saat menghadapi NEC Nijmegen.
Bagi Paes, hasil imbang di kandang sendiri bukanlah sesuatu yang ideal, apalagi Ajax sedang bersaing ketat dalam perebutan posisi kedua klasemen.
“Sebagai Ajax, Anda harus selalu menang di kandang melawan NEC, apalagi dalam situasi kami sekarang yang sedang berjuang untuk finis kedua,” ujar Paes dikutip dari Voetbal International.
Melawan mantan klubnya, NEC, Paes langsung turun sebagai starter.
Menariknya, Paes hanya memiliki waktu kurang dari 24 jam untuk mempersiapkan diri sebelum laga.
Ia mengaku hanya melakukan percakapan singkat dengan pelatih Fred Grim.
“Itu percakapan yang cukup singkat. Sejak saya datang, komunikasi kami bagus dan terbuka. Dia hanya bertanya, ‘Apakah kamu siap?’ Saya jawab, ‘Ya.’ Itu saja,” ungkap Paes.
Secara umum, ia menilai performanya di bawah mistar cukup baik.
Namun ia tak menampik adanya sejumlah kesalahan kecil, terutama dalam distribusi bola.
Baca Juga: Maarten Paes Blak-blakan Usai Debut di Ajax: Banyak Salah, Tapi Saya Siap Bangkit!
“Secara menjaga gawang sudah cukup baik, tapi memang ada beberapa kesalahan kecil saat menguasai bola. Sudah cukup lama saya tidak bermain, jadi ritme itu pasti akan kembali,” katanya.
Paes juga menyoroti kurangnya soliditas tim saat menghadapi tekanan NEC yang tampil disiplin dengan skema satu lawan satu di seluruh area lapangan.
“NEC tim yang sangat bagus. Mereka bermain satu lawan satu di semua lini. Dalam situasi seperti itu, kohesi tim harus benar-benar kuat. Kami sedikit kehilangan kestabilan, dan itu juga karena ritme saya,” ujarnya.
Meski demikian, kiper berusia 27 tahun itu yakin pengalaman panjangnya bermain di berbagai negara membantunya tetap tenang saat dipercaya tampil mendadak.
“Saya merasa cukup matang dengan semua pengalaman dan perjalanan yang sudah saya jalani. Ketika dilempar ke situasi seperti ini, Anda harus tetap tenang dan siap,” tegasnya.
Meski belum sepenuhnya puas, Paes menegaskan dirinya siap belajar dari pengalaman debut ini.
Ia percaya stabilitas dan ritme permainan akan semakin membaik seiring waktu.
“Saya akan terus belajar dan berlatih. Kami akan melihat bagaimana cara memperbaikinya ke depan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Maarten Paes Blak-blakan Usai Debut di Ajax: Banyak Salah, Tapi Saya Siap Bangkit!
-
Rapor Debut Maarten Paes: 7 Penyelamatan, 2 Kali Kebobolan, Ajax Gagal Menang
-
Bedah Taktik Aleksandar Dimitrov Lawan John Herdman di FIFA Series 2026
-
Risiko Besar! Ini 3 Kerugian Jika Jordi Amat Dimajukan ke Lini Tengah
-
Pelatih Ajax Fred Grim Sindir Peran Penasihat Teknis Timnas Indonesia Jordi Cruyff
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia
-
Kebakaran di Tebet Tewaskan 4 Orang, Penghuni Kos Ada yang Lompat Selamatkan Diri
-
Zita Anjani Datangi Korban Kebakaran Desa Sade Banjir Kritik Netizen: Mau Akting Kayak di Aceh
-
Bekantan Terdesak Api: Hutan Kalimantan Terbakar, Mereka Kehilangan Rumah
-
Tak Masuk Skema Shin Tae-yong di Persija, Arema FC Blak-blakan Tampung Mauro Zijlstra
-
Sepatu Lari Ortuseight Hyperdrive 2.2 Cocok untuk Apa? Lokal Punya, Intip Review Pengguna
-
Gus Ipul Tegaskan Mekanisme AHWA Sesuai AD/ART, Minta Peserta Tak Terpengaruh Opini Menyesatkan
-
Aparat 'Blokir' Rekening Warga, Bentuk Intimidasi Baru di Negara Demokrasi?
-
Presiden Prabowo Tiba di Pekanbaru, Langsung Rapat Jelang ke Lokasi Karhutla