Indotnesia - Satelit Starlink sudah beroperasi di Indonesia lewat PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). Layanan telekomunikasi milik Elon Musk sudah berlaku sejak 15 Juli lalu.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga sudah memberikan izin operasi Starlink. Mengutip dari Suara.com, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) telah membeli kapasitas dari Starlink.
Jadi, Telkomsat mendapatkan Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer (NGSO). Maksud Hak Labuh adalah pemberian hak untuk menggunakan Satelit Asing yang diberikan oleh Menteri kepada Penyelenggara Telekomunikasi atau Lembaga Penyiaran.
Lalu, apa itu satelit Starlink?
Starlink adalah salah satu layanan di bawah naungan SpaceX yang bergerak di bidang konstelasi internet. Proyek perusahaan milik orang terkaya di dunia itu memiliki tujuan menghadirkan sebuah sistem komunikasi berbasis satelit dengan performa tinggi serta harga terjangkau.
Starlink menawarkan internet dengan kecepatan tinggi di seluruh dunia, yaitu 100/200 megabit per detik (Mbps) bagi pengguna individu.
Starlink membangun jaringan yang saling terhubung dengan ribuan jaringan di dunia. SpaceX meluncurkan satelit ini pada tahun 2019 dan mulai diterapkan di Indonesia pada 2022.
Selain itu mengutip dari Katadata, satelit ini juga digunakan untuk mendukung kegiatan latihan bersama (LATMA) di 14 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, layanan ini membantu LATMA Garuda Shield-16 dan disebut memiliki banyak kelebihan.
Misalnya, kecepatan proses pengiriman instalasi dengan dan portable. Lalu, Starlink juga memiliki kecepatan layanan broadband yang setara dengan fiber optik serta mendukung layanan 5G.
Baca Juga: Beredar Video Wanita Kepergok Hendak Mencuri Tas Sopir Trans Jogja
Tak hanya itu, salah satu orang yang berada di Kalimantan Timur, Danton Opforce Letda Czi Mashabi menyebut semenjak menggunakan Starlink sinyal di sana jadi penuh, padahal sebelumnya hanya mampu mendapatkan satu bar sinyal internet.
“Itu pun terkadang hilang sama sekali. Namun setelah adanya Starlink, sinyal yang kami dapatkan di Amborawang (Kalimantan Timur) ini penuh. Untuk komunikasi, internet lancar, dan tidak ada kendala sama sekali,” ungkapnya pada Rabu (10/8/2022) dikutip dari Katadata.
Sementara, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sempat mengkritik proyek besar yang digagas SpaceX.
Pasalnya, NASA mengkhawatirkan penyebaran sekitar 30.000 satelit ke orbit bumi dapat menyebabkan terjadi peningkatan frekuensi konjungsi yang berdampak pada misi luar angkasa manusia dan sains.
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi