Indotnesia - Aksi seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang mengaku memiliki gender netral viral di media sosial. Pasalnya, pengakuannya itu membuat dosen yang bertanya saat itu mengusirnya dari ruangan.
"Tidak keduanya, di tengah-tengah. Makanya gender netral pak," jawab mahasiswa tersebut yang kemudian diketahui berinisial NA dikutip dari Suara.com.
Karena ramainya pembahasan video tersebut, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa sudah meminta maaf atas insiden yang terjadi pada masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Terkait hal itu, apa itu gender netral atau non-biner?
Melansir dari Medical News Today, istilah gender non-biner mengacu pada seseorang yang tidak mengidentifikasi diri secara ekslusif sebagai laki-laki atau wanita.
Biasanya gender seseorang ditentukan berdasarkan jenis kelamin yang ada sejak lahir, seperti bentuk fisik alat reproduksi eksternal, apakah laki-laki atau wanita. Hal ini disebut sebagai sex binary.
Sementara itu yang berkaitan dengan perasaan internal seseorang tentang siapa dirinya (laki-laki atau perempuan) yang berkorelasi dengan jenis kelamin dapat disebut sebagai identity biner atau identitas gender.
Namun, beberapa orang tak bisa mengkonseptualisasi identitas gender mereka sebagai laki-laki atau perempuan. Akan tetapi, mereka mungkin masih memiliki perasaan yang kuat tentang jenis kelamin mereka tanpa mengidentifikasi sebagai pria atau wanita.
Sehingga, orang non-biner mengidentifikasi sebagai gender ketiga atau perantara, yaitu lebih dari satu gender, tanpa gender, atau memiliki identitas gender yang berfluktuasi.
Baca Juga: Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Dikeluarkan Karena Mengaku Non Biner
Berbeda dengan seorang transgender yang tidak mengidentifikasikan diri dengan jenis kelamin yang ada pada mereka sejak lahir. Sementara beberapa orang non-biner masih mengidentifikasikan diri sebagai laki-laki atau perempuan untuk suatu gelar.
Jadi, jika mengacu pada bentuk fisik alat reproduksi pada disebut seks biner, sedangkan yang berkaitan dengan perasaan internal seseorang disebut identitas gender. Baik bisa mengidentifikasikan diri sebagai laki-laki atau wanita (biner) atau tak bisa mengidentifikasikan diri sebagai laki-laki atau perempuan (non-biner).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rumor Michael Olise ke Santiago Bernabeu Langsung Dipatahkan, Ini Buktinya
-
IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun
-
Graham Potter Bongkar Kelemahan Swedia Usai Dihancurkan Belanda di Piala Dunia 2026
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM
-
4 Fakta Menarik Belanda Bantai Swedia di Piala Dunia 2026, Duet Maut Brobbey dan Gakpo
-
30 Kata-Kata Hari Ayah Sedunia dalam Bahasa Inggris untuk Caption dan Story, Penuh Makna
-
Boboiboy Galaxy Musim 1: Esensi Plot Geser, tapi Visual dan Skill Menggila
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?