Indotnesia - Belum lama ini perusahaan jasa konsultan investasi dan penasihat keuangan Jouska kembali aktif di Instagram setelah akun mereka sempat ‘menghilang’ sejak 2020 karena masalah penempatan dana klien yang dianggap merugikan.
Sebelum terseret kasus yang mengakibatkan kerugian dana klien, PT Jouska Finansial Indonesia sempat jadi perusahaan perencanaan keuangan yang viral di media sosial dan jadi favorit milenial.
Kembali jadi perbincangan publik, bagaimana awal mula perusahaan Jouska berdiri hingga akhirnya tumbang karena kasus penempatan dana klien yang dianggap merugikan?
Profil Jouska
PT Jouska Finansial Indonesia didirikan pada 2017 sebagai perusahaan perencanaan keuangan independen oleh Aakar Abyasa Fidzuno.
Berdasarkan Data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen AHU Kemenkumham), pendirian Jouska baru disahkan pada 16 Maret 2018.
Dalam data pendirian tersebut, jabatan direktur utama dipegang oleh Aakar Abyasa Fidzuno yang memiliki 2.820 lembar saham senilai Rp2,82 miliar. Selanjutnya, tercatat Indah Hapsari Arifaty sebagai direktur, Farah Dini Novita menjabat komisaris utama, dan Marlina sebagai komisaris.
Jouska merupakan perusahaan yang bekerja dalam ruang lingkup sebagai pemberi nasihat atau saran tentang perencanaan keuangan, termasuk terkait edukasi investasi pada produk yang secara hukum telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lewat layanannya tersebut, startup ini memberikan pilihan bagi para klien untuk melakukan konsultasi secara online maupun offline berbasis waktu dan kebutuhan.
Baca Juga: Profil Kak Jill, Bermula dari Penjual Gorden di TikTok hingga Dapat Endorse
Sebelum melakukan transaksi, klien dan pihak Jouska sebagai pengelola keuangan akan menandatangani kesepakatan.
Berdiri sebagai pengelola finansial atau financial planner yang pada aturannya hanya diperbolehkan untuk bertindak sebatas konsultan keuangan atau memberikan solusi pada klien, Jouska justru merambah bidang manajer investasi yang turut andil dalam pengelolaan dana nasabah.
Padahal, untuk mengelola dana nasabah hingga melakukan transaksi di pasar modal dan instrumen lainnya harus memiliki izin khusus, yaitu berupa sertifikat wakil manajer investasi (WMI).
Awal Mula Kasus Jouska
Awal mula kasus Jouska bermula terkait saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) yang tergolong kategori unusual market activity (UMA) di Bursa Efek Indonesia membuat portofolio investasi para klien Jouska merah.
Atas kejadian tersebut, para klien mengeluh telah mengalami kerugian dari portofolio investasi mereka setelah dananya dikelola oleh Jouska, padahal perusahaan tersebut ternyata hanya penasihat keuangan atau investasi, bukan pengelola.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius