/
Kamis, 19 Mei 2022 | 16:09 WIB
Pixabay/Steve Buissinne

Indotnesia - Saat kunjungan kerja di Amerika Serikat, Presiden Joko Widodo sempat bertemu Bos Tesla, Elon Musk pada Selasa (10/5/2022). 

Pasca pertemuan tersebut, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan Tesla berminat menanam investasi di Indonesia dalam bidang ekosistem baterai mobil dan mobil listrik.

“Tesla insyaAllah akan masuk ke Indonesia. Dia akan masuk pada dua bagian investasi besar. Pertama, tentang ekosistem baterai mobil. Kedua adalah mobilnya,” ungkap Bahlil dalam forum Road to G20 di Jakarta pada Rabu (18/5/2022), dikutip dari Suara.com.

Meski telah dipastikan masuk ke Indonesia pada 2022, kesepakatan antara pemerintah dan Tesla terkait jumlah investasi yang akan digelontorkan masih dirahasiakan. Selain itu, bulan pasti kapan pabrik Tesla akan dibangun di Indonesia juga masih belum ditentukan.

“Kalau ditanya kapan masuknya, insyaAllah 2022 tapi saya belum bisa mengumumkan bulannya. Nanti tunggu lah, karena kita belum tanda tangan kesepakatan. Berapa investasinya, juga masih dirahasiakan, masih ditunggu. Tapi ini barang bagus, barang gede,” lanjut Bahlil.

Rencananya, sebagian investasi Tesla akan dilakukan di Batang, Jawa Tengah. Ke depan, Jawa Tengah akan menjadi salah satu pusat kawasan industri di Tanah Air. Kabupaten Batang juga sebagai salah satu kawasan industri terbaik.

Tesla adalah perusahaan otomotif dan penyimpanan energi asal Amerika Serikat yang juga dikenal sebagai produsen mobil listrik terkemuka. 

Selain Tesla, sebelumnya Presiden Jokowi juga telah meminta Kepala BKPM untuk merayu Foxconn, perusahaan produsen elektronik multinasional asal Taiwan untuk berinvestasi di Indonesia.

Targetnya, Tesla, Foxconn, dan LG akan meramaikan kawasan industri di Batang. Terkait tenaga kerja, Bahlil menuturkan pelatihan SDM akan dilakukan di Solo Techno Park sehingga memerlukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Solo.

“Jadi ada kolaborasi agar investasi bisa berjalan dengan baik tapi juga pertumbuhan pemerataan bisa kita lakukan. Maka nanti akan bekerja sama dengan Pak Wali Kota Solo," ujarnya.

Indonesia saat ini sedang gencar menggaet investor dalam bidang elektronik terkait pengembangan cadangan nikel–sebagai bahan baku utama pembuatan baterai. 

Berdasarkan Booklet Nikel yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2020, cadangan nikel Indonesia mencapai 72 juta ton atau sekitar 52% dari total cadangan nikel dunia sebesar 139 juta.

Load More