Indotnesia - Belum lama ini sebuah unggahan video TikTok seorang perempuan menceritakan kisah anaknya yang masih TK di drop out atau DO secara sepihak oleh pihak sekolah viral di media sosial.
Lewat akun TikTok pribadinya @mamamiqgav, perempuan tersebut membagikan kisahnya dalam sebuah video berjudul “Anak TK di Do” yang kemudian cerita itu juga ramai diperbincangkan di Twitter hingga menjadi trending topic dengan tagar TK di DO pada Selasa (22/8/2022).
Dalam video yang diunggahnya itu, perempuan bernama Rebecca Oktavia menjelaskan anaknya yang bersekolah di sebuah TK swasta di-DO secara sepihak tanpa surat resmi dan peringatan sebelumnya.
Ia menyesalkan sikap pihak sekolah yang dinilai tidak bertanggungjawab karena kurang responsif terhadap permasalahan tersebut. Pihak sekolah juga tidak memberikan penjelasan terkait uang sekolah yang telah dibayarkannya untuk biaya satu tahun sebanyak Rp16 juta.
“Wow, tanpa ada surat peringatan seperti SP1/SP2 atau surat pemberitahuan dan lain-lain. Langsung final aja (anaknya) dikeluarin dari sekolah,” ungkap Rebecca dalam video, Senin (22/8/2022).
Terkait alasan anaknya yang di DO, Rebecca mengatakan pihak sekolah melakukan hal tersebut dengan alasan karena ia telah mencemarkan nama baik sekolah lewat postingan yang diunggahnya di Instagram.
Menurut Rebecca, jika memang ada masalah dengan orang tua, pihak sekolah mengkomunikasikan hal tersebut lebih dahulu bukannya secara sepihak langsung mengeluarkan sang anak tanpa pemberitahuan resmi.
Lebih lanjut, ibu dua anak itu juga menjelaskan keluhan yang diunggahnya di Instagram terkait area tempat duduk sekolah yang tidak boleh digunakannya hingga ia diusir tanpa alasan.
Padahal, tidak ada peraturan atau larangan yang tertulis di sekitar area tersebut untuk orang tua duduk menunggu anaknya di tempat itu.
Baca Juga: Tepuk Tangan dan Tangis Haru Iringi Prosesi Wisuda Brigadir J yang Diwakili Sang Ayah
“Parah sih, mau jemput anak sekolah cuma duduk di kursi ini diusir. Ketika ditanya siapa yang usir saya securitynya bilang barusan bol telepon dari dalam kantor bu. Bos siapa? Kok sekolah ada sistem begitu,” tulis Rebecca lewat akun TikTok pribadinya.
Hingga akhirnya Rebecca memindahkan anaknya ke sekolah TK baru, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi terkait permasalahan tersebut.
Meski begitu, aksi Rebecca yang menuntut tanggungjawab sekolah lewat media sosial itu banjir dukungan warganet hingga ada yang menyebut kebijakan sekolah tersebut aneh.
“Mungkin Mamanya memang salah, tapi bener juga sih harusnya ada SP1, SP2, baru dah, krn kita kn g tahu aturan2 TIDAK TERTULIS sekolahnya, bahaya juga,” tulis akun @listaistrinyaleon.
“Semangat mom semoga masalahnya cepat selesai. jadikan pelajaran aja next time pilih sekolah harus disurvey secara detail dulu sblm daftar,” tulis akun @Q.Family.
“Viralin nama sekolahnya ce,” tulis akun @Fanny.
“Emang bisa di DO ya anak sekolah hanya karena orang tua ngepost tentang hal ini? Biasanya yg DO itu kalau kita Kuliah,” tulis akun @LinMoe24.
“Saran aja bu, kalau kejadian kayak gini silahkan melapor ke dinas pendidikan.. bisa saja sekolah itu tidak berizin,” tulis akun @Stevianastevi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Kecelakaan Maut Innova Anggota DPR di Tol Paspro Diduga Akibat Microsleep