/
Kamis, 15 September 2022 | 14:47 WIB
Potret Cak Sapari (Antara)

Indotnesia - Dunia kesenian sedang berduka karena meninggalnya seniman ludruk legendaris Sapari Suhendra alias Cak Sapari pada Kamis (15/9/2022). 

Mengutip dari Suara.com, Cak Sapari meninggal dunia di usia 79 tahun akibat sakit yang dideritanya. Sebelumnya dia dikabarkan telah menjalani perawatan penyakit diabetes. 

Pada Juni 2022, Dewan Ludrukan Surabaya bersama Republik Ludruk Indonesia memprakarsai Gelaran Ludrukan Charity untuk membantu Cak Sapari dalam pengobatan penyakit yang dideritanya sejak lama. 

Dalam karirnya, Cak Sapari tergabung dalam grup Jula-juli Guyonan Kartolo CS, grup kesenian lokal Surabaya, Jawa Timur. Kartolo CS jadi ikon seni dan lawak tradisional yang selalu dinantikan masyarakat Jawa Timur bercandaan karena menyajikan banyolan khas yang lugu dan cerdas. 

Kepergian sosok legendaris ludruk itu membuat banyak masyarakat menghaturkan rasa belasungkawa karena kehadirannya turut melestarikan kesenian di Indonesia. 

“Innalillahiwainnailaihirojiun. Cak Sapari sosok  yang saya banggakan sebagai seniman ludruk Jawa Timur. Semoga beliau diberi tempat terbaik di sisiNya dan semua keluarga & kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis Bayu Skak melalui Twitter @Moektito.

“Turut berduka cita atas berpulangnya Cak Sapari Suhendra seniman ludruk,” ungkap Wali Kota Surabaya H. Armuji melalui cerita Instagram.

Berbeda dengan kesenian ketoprak, ludruk adalah kesenian drama tradisional asal Jawa Timur yang diperagakan oleh sekelompok orang dan dimainkan dalam sebuah panggung pertunjukkan. 

Pertunjukkan ludruk  biasanya mengangkat kisah kehidupan sehari-hari orang kecil atau cerita perjuangan yang diselingi dengan lawakan atau bercandaan. Sementara ketoprak cenderung menyajikan dongeng atau kisah zaman dulu dan menyisipkan amanat tertentu. 

Baca Juga: Kontroversi Pemberian Gelar Pada Camilla Permaisuri Inggris yang Baru, Gelar Permaisuri Hanyalah Simbol

Load More