Indotnesia - UNESCO telah menetapkan keris sebagai Warisan Budaya Tak Benda sejak 2005. Namun keberadaan senjata tradisional di Yogyakarta kini banyak yang rusak.
Ketua Umum Musyawarah Agung Senapati Nusantara (MAS) 2022, Nurjianto, mengatakan ada lebih dari 20 ribu keris yang dimiliki empu, perajin, dan kolektor di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Namun, sebagian besar atau sekitar 60% dari keris tersebut telah rusak. Kerusakan tersebut seperti berkarat atau cuil. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh ketidaktahuan pemilik dalam merawat keris dengan benar.
"Akibatnya banyak koleksi keris yang berkarat atau bahkan gripis (cuil)," ujarnya di acara pameran keris dan MAS di Yogyakarta, Sabtu (17/9/2022).
Untuk tetap melestarikan keberadaan keris, para empu mengusulkan penetapan Hari Keris Nasional. Tapi, belum juga mendapat tanggapan dari Kemendikbudristek.
Senapati Nusantara sebagai paguyuban keris atau tosan aji juga mendorong pemda untuk menetapkan peraturan daerah tentang keris. Dengan demikian, terciptanya ekosistem perkerisan yang lebih baik, dari sisi spiritual, pendidikan, seni, sains, dan ekonomi.
Perda tersebut juga akan membuat pelestarian keberadaan keris atau tosan aji dipahami oleh anak-anak, mulai dari Sekolah Dasar. Bahkan hingga tingkat perguruan tinggi dapat diperkenalkan tentang sejarah dan kebudayaan keris.
Selain itu, pemda juga bisa ikut menjaga keris-keris tua agar tidak dijual ke luar negeri. Menurut Nurjianto, pemda perlu membuat museum keris yang melibatkan kurator sehingga mencegah penjualan keris yang tidak semestinya.
"Soal pengiriman ke luar negeri, selama ini jadi masalah besar karena lewat jalan belakang. Nah, sudah dibuat terbuka saja,” ujarnya.
Baca Juga: Kabar Gembira, Sertifikasi Halal Produk UMK di Yogyakarta Gratis
Pada pameran keris dan MAS tahun ini, pelaku bursa keris datang dari seluruh Indonesia, seperti Jawa Timur dan Madura, Bali dan Lombok, Sulawesi, Sumatera, Jakarta, Jabar, Solo, Yogyakarta, Semarang dan daerah-daerah lain yang belum bergabung menjadi anggota Senapati Nusantara.
"Antusiasme dan semangat kawan-kawan benar-benar seperti slogan MAS 2022 ini yakni Keris Nusantara untuk Indonesia Bangkit,” kata Nurjianto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
5 Pemimpin Dunia Sambut Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini
-
Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?
-
Deretan Modifikasi Yamaha Grand Filano dan Fazzio yang Curi Perhatian di Bandung
-
Tiga Hal Saja, dan Itu Sudah Lebih Dari Cukup
-
Kenapa Baru Saja Makan Tapi Cepat Lapar Lagi? Bisa Jadi Tanda Kesehatan Bermasalah
-
IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN
-
Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Mahasiswa KKN UNDIP Tanamkan Kreativitas, Literasi Digital, dan Peduli Lingkungan di SDN Padangsari