Indotnesia - Komisi Penyiaran Indonesia merilis pernyataan tentang imbauan kepada lembaga penyiar untuk tidak memberi ruang kepada pelaku kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.bera
Hal itu menyusul kasus KDRT yang dialami penyanyi Lesti Kejora oleh suaminya, Rizky Billar. Lesti telah melaporkan Rizky ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Ibu beranak satu itu bahkan harus dirawat di rumah sakit untuk ditangani dokter. Meski demikian, proses hukum terus berjalan dan Rizky terancam hukuman penjara lima tahun.
Menanggapi kasus tersebut, pada Jumat (30/9/2022), KPI meminta stasiun televisi dan radio untuk tidak menjadikan pelaku KDRT sebagai pengisi acara atau penampil dalam acara televisi dan radio.
Komisioner KPI Pusat Nuning Rodyah mengatakan para figur publik harus memberi contoh positif kepada pemirs, baik yang nampak di layar kaca maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Segala bentuk kekerasan, terutama KDRT, merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia," ujarnya.
Di Twitter, tweet pernyataan tegas KPI itu justru dipenuhi dengan komentar netizen yang mengingatkan kembali kasus pelecehan seksual di KPI. Seperti diketahui, pada September 2021, terungkap kasus pelecehan seksual yang dialami seorang karyawan KPI.
Peristiwa tersebut terjadi dalam lingkup kantor dan hingga kini kasusnya mandek. Padahal, korban pelecehan dan bullying itu mengalami trauma berkepanjangan.
"Keren KPI. Tapi kasus pelecehan karyawan kalian sudah sampai mana nih?" tulis seorang warganet di akun Twitter @KPI_Pusat.
Baca Juga: Mantan Pacar Penonton Ditelepon Vokalis The Script saat Konser, Warganet Heboh
"Yang benar kamu KPI? Kasus pelecehan di tempatmu sudah beres kah?" cuit yang lain.
"Kasus pelecehan apa kabar nih? Ditutup ruang atau pindah ruang?" tanya netizen lain.
Berbeda dengan Twitter, unggahan KPI di Instagram justru banjir dukungan warganet, yang memuji sikap KPI atas kasus yang sedang ramai dibicarakan.
"Ya gini Bagus. jangan biarkan si RB (Rizky Billar) berkeliaran di TV atau sosmed," tulis seorang warganet.
"Fix udah kayak Korea ya kan, kalau ada skandal langsung nggak usah muncul di TV lagi," saut netizen yang lain.
"Setuju banget, jangan yang lagi viral diberitain berulang-ulang, kasihan yang nonton," komentar warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
Terkini
-
Alasan Pelatih Keturunan Indonesia Cabut dari Tottenham Usai Kedatangan Igor Tudor
-
Bagaimana Cara Menjadi Warga Negara Inggris? Ini Syarat dan Prosedur yang Wajib Diikuti
-
Hasil Undian All England 2026: Ujian Berat Wakil Indonesia?
-
Sempat Berniat Laporkan Mawa ke Komnas Anak, Insanul Fahmi Kini Diizinkan Temui Buah Hati
-
Legenda Real Madrid Buka Suara, Sentil Tingkah Kekanak-kanakan Vinicius Jr
-
Mudik Gratis Bank Sumsel Babel 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwal Berangkat 17 Maret
-
Xiaomi 17T Series Lolos Sertifikasi TKDN: Bersiap ke Indonesia, Usung Chipset Anyar
-
Kronologi dan Tuntutan Aksi Demo Mencekam di Polda DIY: Soroti Kekerasan Oknum Aparat!
-
Siap-siap! Variety Show Legendaris The Traitors Bakal Hadir di Indonesia
-
Skandal! Hendra Basir Pelatih Timnas Panjat Tebing Dicopot Kasus Dugaan Pelecehan 8 Atlet