Indotnesia - Kementerian Kesehatan mengimbau pelaksanaan pemeriksaan skrining pada bayi baru lahir yang kekurangan hormon tiroid atau hipotiroid kongenital.
Melansir situs resmi Kemenkes, Sabtu (8/10/2022), kekurangan hormon tiroid tersebut dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan gangguan kognitif.
Pada prevalensi global, sebanyak ada 1 dari 3.000 bayi yang mengalami hipotiroid kongenital. Di Indonesia, 1.500 dari 4,4 juta yang lahir diperkirakan mengalami hipotiroid kongenital.
Seperti diketahui, hormon tiroid penting untuk perkembangan dan pertumbuhan otak bayi. Dengan diagnosis dan pengobatan dini, bayi akan tumbuh dan menjalani kehidupan normal serta sehat.
Gejala yang dapat diobservasi pada saat bayi umur 1 bulan antara lain tubuh pendek, lunglai, kurang aktif, lidah besar, bayi kuning, mudah tersedak, suara serak, konstipasi, minum sedikit, dan ubun-ubun melebar.
Mengutip Healthy Children, hipotiroid kongenital paling sering terjadi karena kelenjar tiroid tidak berkembang dengan baik, hilang, terlalu kecil, atau berada di bagian leher yang salah.
Tak jarang, meski kelenjar terbentuk dengan baik tapi tidak menghasilkan hormon dengan cara yang semestinya. Tiroid juga terkadang kehilangan sinyal dari kelenjar hipofisis, yang memerintahkan untuk memproduksi hormon tiroid.
Plt. Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes dr. Ni Made Diah PLD, MKM mengatakan skrining hipotiroid kongenital dapat dilakukan pada bayi baru lahir.
''Dengan skrining, diharapkan bayi yang menderita hipotiroid kongenital dapat diberikan tatalaksana dengan segera sehingga dapat terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif,'' ujarnya.
Baca Juga: Netizen Hilang Respek Lihat Video Pamungkas Gosokkan HP Penggemar ke Alat Vital
Pemeriksaan skrining hipotiroid kongenital menggunakan sampel darah tumit pada bayi usia 48 jam sampai 72 jam yang diambil oleh tenaga kesehatan. Dia mengatakan semua bayi baru lahir berhak mendapatkan pemeriksaan tersebut melalui pelayanan di puskesmas hingga rumah sakit.
Pemeriksaan sampel darah dilakukan melalui laboratorium yang ditunjuk oleh Kemenkes, yakni RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Dr. Hasan Sadikin, RSUP dr. Sardjito, dan RSUD dr. Soetomo.
Masing-masing laboratorium mencakup regionalisasi sebagai berikut:
1. Laboratorium RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, mengampu wilayah DKI Jakarta, Banten, Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, Sulawesi Utara, Papua Barat, dan sebagian Jawa Barat (Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi).
2. Laboratorium RSUP Dr. Hasan Sadikin, mengampu wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, NTT, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Jawa Barat.
3. Laboratorium RSUP Dr. Sardjito, mengampu wilayah DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, Bali, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial