Indotnesia - Tingkah laku kucing oranye atau kucing oren yang barbar membuat cat lovers geleng-geleng kepala. Selain dikenal sebagai “preman”, kucing oren ternyata penyayang.
Bahkan kucing oyen begitu spesial menurut sains. Salah satunya, penelitian menyebutkan kucing oren jantan menikmati status sosial mereka.
Kucing “tabby” ini bahkan dijadikan karakter dalam film, seperti Garfield. Tahu kan bagaimana sifat Garfield! Meski nggak sama persis dengan serial kartun, ada alasan kenapa kucing oren begitu spesial menurut sains.
Melansir Psychology Today, penelitian di Prancis pada 1982 hingga 1992 mengumpulkan 56-491 kucing masing-masing di 30 populasi.
Mereka menemukan tren yang menarik berkaitan dengan kucing oren. Berikut selengkapnya:
Strategi Kawin
Kucing oren di pedesaan ternyata memiliki sistem perkawinan yang cenderung poligini. Kucing yang jantan hanya kawin dengan beberapa betina, sedangkan betina lebih menyukai kawin dengan satu jantan saja.
Di lingkungan perkotaan, kucing oren dewasa baik betina dan jantan memiliki beberapa pasangan.
Suka Berantem
Baca Juga: Kreatif! Mahasiswa Kenakan Topi Anti-contek, Ada yang Pakai Helm dan Wadah Telur
Kalau mau dibilang kucing oren kayak “preman”, sepertinya sains kurang lebih menyatakan demikian. Kucing oranye lebih sulit ditemukan di daerah dengan risiko kematian yang besar.
Artinya, kucing oranye mungkin lebih cenderung terlibat dalam perilaku berisiko yang mengakibatkan kematian.
Punya Dimorfisme
Dimorfisme atau ciri yang menunjukkan perbedaan jenis kelamin dapat terlihat pada kucing oranye. Kucing oranye jantan memiliki berat badan yang lebih ketimbang kucing warna lain.
Sementara kucing oranye betina beratnya kurang dari kucing warna lain. Pola seperti itu telah tercatat sebelumnya dalam sebuah penelitian di Australia.
Tiga keunikan tersebut membuat peneliti menghasilkan teori, kucing oranye khususnya jantan memiliki strategi reproduksi yang berbeda. Ukuran mereka yang lebih besar kemungkinan menjadikan mereka lebih agresif.
Kucing oranye jantan juga menikmati status sosial mereka karena ukurannya sehingga terjadi keberhasilan reproduksi, terutama di lingkungan pedesaan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Kritik Masjid Megah, Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Tempat Selfie Bukan Tempat Tafakur
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Pelatih Senegal Pape Thiaw: Salat Dulu Baru Piala Dunia
-
HP Murah Anyar, Tecno Spark 50 Pro Usung Sensor Sony dan Baterai Jumbo
-
Start Apik di Piala Dunia 2026, Salem Al-Dawsari Syukuri Hasil Imbang Lawan Uruguay