/
Selasa, 08 November 2022 | 11:45 WIB
Mengenal keunikan rendang. (Unsplash/bawahreserve)

Indotnesia - Di berbagai daerah di Indonesia, warung masakan padang dapat dengan mudah ditemukan dan jadi favorit banyak orang. Salah satu menu yang banyak dicari adalah rendang. Menu makanan satu ini punya ciri khas dengan daging sapi tebal yang dilumuri bumbu kental berwarna coklat kehitaman.

Masakan tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat ini tak hanya populer di pelosok Nusantara, tetapi juga dikenal hingga mancanegara bahkan jadi komoditi ekspor menguntungkan.

Selain kelezatannya yang menggugah selera, rendang juga punya sejumlah keunikan mulai dari sejarah keberadaannya hingga dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia.

Lalu, apa saja keunikan rendang

Mengenal Keunikan Rendang

Berdasarkan catatan sejarah, rendang hadir saat kedatangan orang Arab dan India di Kawasan pantai barat daerah Sumatera pada abad ke-14.

Bangsa Arab dan India memperkenalkan rempah dan bumbu-bumbu ke Indonesia hingga memengaruhi awal terciptanya rendang.

Lalu pada abad ke-16, orang-orang Minang mulai merantau ke berbagai daerah dan memilih rendang sebagai menu bekal perjalanan jauh mereka, karena dapat disimpan dan tahan lama.

Selain itu, kemunculan rendang juga diprediksi merupakan tingkatan dari proses masakan kari. Perbedaannya, rendang lebih awet karena bersifat kering dibandingkan dengan kari.

Baca Juga: Sehun EXO Buka Suara Soal Tuduhan Tanda Tangan Palsu Pada Photo Card Whitelab

Sebagai ikon kuliner Indonesia sekaligus warisan kuliner khas Sumatera Barat, hidangan rendang memiliki 4 filosofi atau makna dari bahan-bahan pokok pembuatannya, yaitu:

1. Pemilihan Daging

Daging rendang umumnya berasal dari sapi atau kerbau. Pemilihan daging tersebut memiliki makna sebagai lambang rasa hormat terhadap orang tua atau sosok lebih tua, seperti pemimpin suku.

2. Santan

Santan dalam masakan rendang berguna untuk memberi rasa gurih dan menjadikan daging lebih empuk dan gurih. Dalam filosofinya, santan melambangkan sosok intelektual yang membantu kehidupan masyarakat.

3. Rasa Pedas

Load More