Indotnesia - Penampilan penyanyi Adele kini tampak berbeda. Setelah berhasil menurunkan berat badan sekitar 45 kg dalam dua tahun, perempuan berusia 34 tahun itu tampil dengan berat badan ideal.
Meski demikian, usahanya tersebut juga menuai kritikan dari sejumlah pihak karena penurunannya yang drastis. Tapi, tak sedikit pula yang terkesima dengan program diet yang dia lakukan.
Banyak laporan tentang bagaimana pola makan dan rutinitas olahraga yang Adele terapkan. Sebagian menduga, Adele menerapkan diet sirtfood, sebuah pola makan yang populer di Inggris.
Lalu, apa itu sirtfood diet? Melansir Eat This, Not That, kepopuleran diet sirtfood bermula dri sebuah buku berjudul "Sirtfood Diet" pada 2016. Buku tersebut ditulis oleh ahli gizi asal Inggris, Aidan Goggins dan Glen Matten.
Diet sirtfood adalah makan untuk menurunkan berat badan dengan cepat dan menikmati hidup lebih lama dengan memicu kekuatan super metabolik, yakni dengan makanan "sirt".
Menurut teori, makanan antioksidan tinggi tertentu mengaktifkan protein dalam tubuh yang disebut sirtuins. Protein tersebut mengaktifkan gen yang dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan metabolisme.
Buku tersebut mengklaim, dengan mengikuti pola diet sirtfood, maka kita bisa menurunkan 3 kg berat badan dalam waktu 7 hari.
Makanan yang dimakan pada pola diet ini, menurut Goggins dan Matten, cukup sederhana, yakni menyusun daftar makanan kaya antioksidan, seperti anggur merah, kopi, dan cokelat.
Makanan lain yang masuk dalam daftar adalah kale, kedelai, stroberi, blueberry, minyak zaitun ekstra virgin, bawang, soba, arugula, dan kacang kenari.
Baca Juga: Inilah Flossie, Kucing Tertua di Dunia yang Berusia Hampir 27 Tahun
Melansir Sportskeeda, fase pertama dalam diet ini dimulai dengan minum tiga jus perhari dan satu porsi sirtfood selama tiga hari Jus yang diminum adalah jus hijau, dengan total 1.000 kalori per hari.
Kemudian, pada hari 4-7, kamu bisa beralih dengan minum dua jus hijau dan dua kali makan sirtfood per hari, dengan total 1.500 kalori per hari.
Awalan tersebut merupakan pembersihan sebelum akhirnya kamu berfokus pada fase kedua diet sirtfood. Konsumsi pada tahap ini adalah satu jus hijau, dan tiga makanan sirtfood selama 14 hari.
Setelah tiga pekan, kamu dianjurkan untuk terus mengonsumsi sirtfood dan berolahraga paling tidak selama lima hari dalam seminggu, masing-masing 30 menit.
Jadi, apakah tertarik menerapkan diet ini? Tetap konsultasikan dengan ahli gizi untuk memulai rencana diet, agar bisa disesuaikan dengan kondisi tubuhmu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?