Indotnesia - Istri Pangeran Harry, Meghan Markle, kembali mengeluarkan pernyataan terkait kehidupannya. Dalam serial dokumenter di Netflix berjudul "Harry & Meghan", dia mengaku belajar kehidupan kerajaan sesungguhnya setelah memeluk Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton.
"Ketika Will dan Kate datang dan aku bertemu dengannya untuk pertama kali, mereka datang untuk makan malam," ujarnya, seperti dikutip dari People.
"Saya ingat, saya mengenakan jeans robek dan bertelanjang kaki," imbuhnya.
Meghan mengaku sebagai orang yang menyukai pelukan. Namun, dia tidak menyadari kalau pelukan merupakan hal yang tidak biasa bagi orang Inggris. Menurutnya, banyak aturan etiket keluarga kerajaan yang selama ini dia pahami secara keliru.
"Ada cara menghadap ke depan dan kemudian Anda menutup pintu dan bersantai sekarang," katanya.
"Sangat lucu kalau melihat ke masa lalu karena sekarang saya tahu banyak. Dan saya sangat senang tidak melakukannya lagi karena saya bisa menjadi diri sendiri tanpa harus banyak persiapan," imbuhnya.
Dalam trailer pertama serial dokumenter tersebut memperlihatkan beberapa koleksi foto pribadi Meghan dan Pangeran Harry. Nampak foto yang belum pernah dirilis sebelumnya, seperti ketika momen pernikahan hingga saat keduanya berciuman di dapur.
Melansir Variety, serial dokumenter tersebut disutradarai oleh Liz Garbus. Untuk memproduksinya, beredar rumor uang jutaan dollar telah digelontorkan.
Pada episode pertamanya, tertulis kalimat sebagai berikut:
Baca Juga: Gelar Prosesi Siraman Kaesang Pangarep, Presiden Jokowi Malah Minta Maaf?
"Ini adalah tangan pertama dari kisah Harry dan Meghan, diceritakan dengan arsip pribadi yang belum pernah dilihat sebelumnya."
"Anggota Keluarga Kerajaan menolak mengomentari konten dalam serial ini."
Tertulis juga informasi bahwa semua wawancara selesai dilakukan pada Agustus 2022. Tiga episode pertama dalam serial ini memang tidak berisi tuduhan langsung terhadap Keluarga Kerajaan, meski ada kritikan secara terbuka baik sebelum pernikahan Meghan dan Harry, hingga insiden rasisme.
Ibu Meghan, Doria, untuk kali pertama juga bicara dalam serial tersebut. Dia menjelaskan kepada putrinya tentang sebagian hal yang dia alami adalah terkait rasnya.
Sementara itu, Pangeran Harry membahas tentang keputusannya mengenakan seragam Nazi ke sebuah pesta Halloween, saat usianya baru 20-an tahun. Dia pun belajar dari pengalaman tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi