/
Kamis, 01 Desember 2022 | 18:03 WIB
Gerbang Istana Buckingham di London, Inggris. (Pexels/Roméo)

Indotnesia - Seorang staf Kerajaan Inggris mengundurkan diri setelah melontarkan pertanyaan rasis kepada seorang perempuan dalam sebuah acara akbar di Istana Buckingham. Juru bicara kerajaan mengatakan komentar tersebut tidak dapat diterima dan sangat disesalkan.

Hal tersebut bermula ketika Ngozi Fulani, perempuan kelahiran Inggris yang bekerja untuk kelompok pendukung korban kekerasan dalam rumah tangga bernama Sistah Space, menceritakan pengalamannya ketika diundang acara di istana, yang juga menghadirkan Ratu Permaisuri Camilla.

Dalam cuitannya, dia mengaku perasaannya sangat campur aduk ketika harus mengunjungi Istana Buckingham pada Selasa (29/11/2022). Namun 10 menit setelah tiba, seorang staf kerajaan berinisial Lady SH mendatanginya.

Staf Rumah Tangga Kerajaan itu kemudian bertanya beberapa hal, yang dirangkum Fulani dalam cuitannya di Twitter.

Lady SH: Dari mana kamu?

Fulani: Sistah Space

Lady SH: Bukan itu. Dari mana asalmu?

Fulani: Kami berbasis di Hackney.

Lady SH: Bukan. Bagian dari Afrika mana kamu berasal?

Baca Juga: Jogja Trending di Twitter, Tameng Sakti Falsafah Nrimo Ing Pandum Dibahas Netizen

Fulani: Saya tidak tahu, mereka tidak meninggalkan catatan apapun.

Lady SH: Kamu harus tahu dari mana asalmu. Saya menghabiskan waktu di Prancis. Dari mana asalmu?

Fulani: Dari sini, Inggris.

Lady SH: Bukan, tapi apa kewarganegaraanmu?

Fulani: Saya lahir di sini dan saya orang Inggris.

Melansir Reuters, percakapan itulah yang membuat Lady SH kini tidak lagi bekerja untuk kerajaan. Sementara pihak istana terus menyelidiki kasus ini.

Load More