Indotnesia - Pada 1 Desember, seluruh dunia merayakan Hari AIDS Sedunia, sebuah pengingat kepada masyarakat untuk bersatu dalam melawan HIV, mendukung mereka yang hidup dengan HIV, dan memperingati mereka yang meninggal karena penyakit terkait AIDS.
Berbicara tentang AIDS, dunia mengenal sosok Putri Diana dari Inggris. Perempuan yang kerap disapa Lady Di ini mematahkan stigma yang selama ini melekat pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Keluarga Kerajaan Inggris ini memang terkenal dengan fesyen ikoniknya dan caranya mendidik anak-anak, Pangeran William dan Pangeran Harry. Selain itu, dia juga kerap mematahkan tradisi yang menjadi warisan tak terlupakan, bahkan hingga kematiannya pada 1997.
Melansir Oprah Daily, Putri Diana sangat dikenang atas advokasinya bagi orang dengan HIV/AIDS. Kala itu, informasi hoaks tentang mereka terus meluas, bahkan muncul isu kalau berjabat tangan saja dapat dapat tertular.
Sepanjang 1980-an hingga 1990-an, Putri Diana mematahkan mitos yang beredar tentang penularan HIV/AIDS. Bahkan, ia menghabiskan waktu bersama mereka yang terkena virus tersebut di seluruh dunia.
Pada sebuah kesempatan di tahun 2017, Pangeran Harry membeberkan kisah ibunya yang begitu peduli dengan HIV/AIDS.
"Pada April 1987, ibu saya baru berusia 25 tahun. Dia masih menemukan jalan kehidupan publiknya, tapi dia sudah merasa bertanggung jawab untuk menyoroti orang-orang dan isu yang kerap diabaikan," katanya, seperti dikutip dari People.
"Dia tahu AIDS adalah salah satu hal yang diabaikan banyak orang dan tampak seperti tantangan tanpa harapan. Dia tahu kesalahpahaman tentang penyakit yang relatif baru ini yang menciptakan situasi berbahaya jika digabungkan dengan homofobia," jelasnya.
Pada 9 April 1987, Rumah Sakit Middlesex di London mengundang Putri Diana untuk membuka Broderip Ward, sebuah bangsal khusus pertama untuk penyakit terkait HIV/AIDS.
Baca Juga: Catat, Ini Daftar Hari Penting Nasional dan Internasional pada Desember 2022
Meski AIDS telah menjadi krisis kesehatan yang berkembang sejak kasus resmi pertamanya dilaporkan pada 1981, hingga 1987 belum ada penelitian dan pengujian yang memadai tentang penyakit itu.
Stigma homofobia pun meluas dan siapa pun yang menderita, wajahnya disebarkan tanpa terkendali. Diana gugup ketika membuat langkah publik yang besar itu. Namun, dia memutuskan untuk hadir dan berfoto sambil menjabat 10 pasien dengan HIV/AIDS, tanpa mengenakan sarung tangan.
Karena stigma yang beredar, sebenarnya pasien bangsal pun ragu untuk difoto. Namun, Ivan Cohen mau untuk difoto dari belakang sehingga wajahnya tidak kelihatan.
Putri Diana terus melanjutkan advokasinya, bahkan dia mendukung berbagai badan amal AIDS internasional, melalui kehadiran dan kunjungan ke fasilitas kesehatan di seluruh dunia.
Dalam pidatonya dalam acara Konferensi Anak dan AIDS pada 1991, dia mendorong masyarakat untuk berjabat tangan dan berpelukan dengan para penderita HIV/AIDS.
"Surga tahu mereka membutuhkannya. Terlebih lagi, Anda dapat berbagi rumah, tempat kerja, taman bermain, dan mainan dengan mereka," kata Putri Diana.
"AIDS adalah yang terakhir dari beban diskriminasi dan kemalangan yang sudah berat," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman
-
SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September