Indotnesia - Pergantian tahun tinggal hitungan hari. Sudahkah kamu menyiapkan resolusi untuk diraih pada 2023? Kalau kamu berkeinginan untuk memiliki kulit wajah yang sehat, coba perhatikan tren skincare yang akan populer pada tahun depan.
Jadi, siapkan resolusi untuk kulit cantikmu dengan melihat 5 tren skincare pada 2023, seperti dilansir dari Elle:
1. Serba Minimalis
Kalau kamu terbiasa punya rutinitas skincare dengan 5 lebih tahapan, tahun depan trennya berubah. Semuanya serba simpel dan minimalis. Apalagi kalau di Indonesia, sudah banyak produk lokal yang menawarkan rangkaian skincare yang minimalis.
"Minimalis akan terkenal. 9 langkah skincare sekarang sudah tidak disukai. Saya meyakini, orang akan fokus pada 2-4 produk perawatan kulit," kata Dermatolog Dr. Karan Lal.
2. Perbaikan Barrier Kulit
Skin barrier penting untuk menjaga kesehatan kulit, yang apabila terganggu dapat menyebabkan atau memperparah kondisi kulit lainnya seperti eksim, psoriasis, rosacea, dan jerawat.
Jadi ketimbang memilih perawatan yang dapat mengelupas lapisan kulit secara berlebihan, coba lebih memperhatikan kesehatan kulit secara keseluruhan dengan produk skin barrier yang lembut.
3. Retinol dan Alternatifnya
Baca Juga: 10 Inspirasi Kado Natal untuk Pacar yang Akan Membuatnya Makin Cinta
Yup, produk berbahan retinol masih akan populer pada tahun depan, termasuk turunannya. Tapi kemungkinan ada beberapa cara kreatif untuk mengaplikasikan retinol pada kulit wajah.
Selain itu, alternatif retinol yang lebih ringan yakni bakuchiol juga terus diminati. Banyak orang lebih memilih bakuchiol karena lebih alami.
4. Kandungan Favorit
Niacinamide diperkirakan akan ada di mana-mana. Selain itu, Dr. Karan Lal juga meyakini kembalinya kandungan hyaluronic acid dan ceramides sebagai favorit untuk perawatan kulit.
"Saya kira kita akan melihat lebih banyak perawatan kulit berbasis glutathione untuk mencerahkan kulit," ujarnya.
5. Ramah Lingkungan
Industri kecantikan akan terus mencari cara yang kreatif dan inovatif agar menjadi lebih berkelanjutan serta ramah lingkungan. Mulai dari pengemasan hingga produk yang dapat diisi ulang.
"Produk perawatan kulit menekankan untuk menjaga manufaktur dan produksi mereka yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di masa depan," kata Dermatolog Dr. Marisa Garschick.
Tentu saja, kita semua berharap semoga pada 2023 industri kecantikan membawa metode baru untuk mengurangi sampah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%