/
Minggu, 18 Desember 2022 | 10:35 WIB
Kroasia merupakan negara dengan wilayah berbentuk bulan sabit yang terletak di antara Eropa Selatan dan Eropa Timur. (Pexels/Rachel Claire)

Indotnesia - Kroasia mengalahkan Maroko dalam pertandingan Piala Dunia 2022 memperebutkan posisi ketiga. Meski negara kecil di antara Eropa Selatan dan Eropa Timur, namun Kroasia berhasil bersinar di dua perhelatan Piala Dunia terakhir.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Kroasia mampu menembus babak final meski kalah 4-2 melawan Prancis. Tahun ini, Kroasia menempati posisi ketiga membuat tim sepak bola negara Balkan ini patut diperhitungkan.

Lalu, bagaimana kisah terbentuknya negara Kroasia? Melansir Britannica, berikut fakta-fakta sejarah Kroasia:

Dulu Bagian dari Yugoslavia

Kroasia adalah negara dengan wilayah berbentuk bulan sabit kecil yang terletak di Semenanjung Balkan. Ibu kotanya adalah Zagreb. Selama berabad-abad, negara ini dikuasai oleh berbagai kekuatan asing.

Namun, mereka tetap berorientasi pada budaya Barat, mendapatkan warisan hukum Romawi, alfabet Latin, dan tradisi serta institusi politik dan ekonomi Eropa Barat.

Pada abad ke-20, negara ini merupakan bagian dari Yugoslavia. Namun, Kroasia melepaskan diri dan merdeka pada 1991 dan bergabung ke Uni Eropa pada 2013.

Etnis dan Agama

Penduduk Kroasia tercatat sekitar 4 juta jiwa dengan berbagai etnis yang hidup berdampingan. Orang Serbia termasuk kelompok minoritas terbesar, namun jumlah mereka berkurang akibat perang kemerdekaan.

Baca Juga: Mengenal AquaDom, Akuarium Raksasa di Berlin yang Kini Telah Hancur

Selain orang Kroasia dan Serbia, ada kelompok kecil lain yang hidup di republik itu yakni Muslim Bosnia, Hungaria, Italia, Slovenia, dan beberapa ribu orang Albania, Austria, Bulgaria, Ceko, Jerman, dan lain-lain.

Penduduk Kroasia sebagian besar beragama Katolik Roma dengan jumlah 86,3%, sementara Ortodox Timur tercatat 4,4%. Sebanyak 1,5% penduduk Kroasia menganut agama Islam, sementara sisanya lain-lain dan ateis.

Bahasa

Penduduk Kroasia berbicara bahasa Kroasia, sebuah bahasa Slavia Selatan dari keluarga Indo-Eropa. Bahasa Kroasia sangat mirip dengan bahasa Serbia dan Bosnia.

Sejak runtuhnya Yugoslavia mendorong tiga kelompok etnis menekankan perbedaan bahasa di antara mereka. Kemudian muncul varian Kroasia yang ditulis dalam abjad Latin dan Serbia yang ditulis dalam Cyrillic.

Masalah Pengangguran

Runtuhnya komunisme di Kroasia pada 1990 membuat pemerintah mulai melakukan program restrukturisasi ekonomi dari sistem swakelola sosialis ala Yugoslavia menjadi kapitalisme berorientasi pasar.

Pada akhir 1990-an, hampir satu dari lima orang produktif di Kroasia menganggur akibat perang. Bahkan, pengangguran yang tinggi tetap menjadi masalah hingga abad ke-21.

Kesehatan dan Kesejahteraan

Kesehatan penduduk di Kroasia lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Harapan hidup saat lahir lebih tinggi dari rata-rata Eropa Timur, dan angka kematian bayi jauh lebih rendah.

Tingkat infeksi HIV juga rendah menandakan upaya pencegahan yang kompeten. Meski demikian, sistem perawatan kesehatan memerlukan investasi dan reformasi karena hampir seluruhnya disediakan oleh negara sehingga menjadi beban.

Sistem kesejahteraan sosial juga memberatkan pemerintah karena banyak pensiunan dan pengangguran. Di perkotaan, sebagian besar penduduk tinggal di blok menara yang dibangun selama era Yugoslavia.

Load More