Indotnesia - Kroasia mengalahkan Maroko dalam pertandingan Piala Dunia 2022 memperebutkan posisi ketiga. Meski negara kecil di antara Eropa Selatan dan Eropa Timur, namun Kroasia berhasil bersinar di dua perhelatan Piala Dunia terakhir.
Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Kroasia mampu menembus babak final meski kalah 4-2 melawan Prancis. Tahun ini, Kroasia menempati posisi ketiga membuat tim sepak bola negara Balkan ini patut diperhitungkan.
Lalu, bagaimana kisah terbentuknya negara Kroasia? Melansir Britannica, berikut fakta-fakta sejarah Kroasia:
Dulu Bagian dari Yugoslavia
Kroasia adalah negara dengan wilayah berbentuk bulan sabit kecil yang terletak di Semenanjung Balkan. Ibu kotanya adalah Zagreb. Selama berabad-abad, negara ini dikuasai oleh berbagai kekuatan asing.
Namun, mereka tetap berorientasi pada budaya Barat, mendapatkan warisan hukum Romawi, alfabet Latin, dan tradisi serta institusi politik dan ekonomi Eropa Barat.
Pada abad ke-20, negara ini merupakan bagian dari Yugoslavia. Namun, Kroasia melepaskan diri dan merdeka pada 1991 dan bergabung ke Uni Eropa pada 2013.
Etnis dan Agama
Penduduk Kroasia tercatat sekitar 4 juta jiwa dengan berbagai etnis yang hidup berdampingan. Orang Serbia termasuk kelompok minoritas terbesar, namun jumlah mereka berkurang akibat perang kemerdekaan.
Baca Juga: Mengenal AquaDom, Akuarium Raksasa di Berlin yang Kini Telah Hancur
Selain orang Kroasia dan Serbia, ada kelompok kecil lain yang hidup di republik itu yakni Muslim Bosnia, Hungaria, Italia, Slovenia, dan beberapa ribu orang Albania, Austria, Bulgaria, Ceko, Jerman, dan lain-lain.
Penduduk Kroasia sebagian besar beragama Katolik Roma dengan jumlah 86,3%, sementara Ortodox Timur tercatat 4,4%. Sebanyak 1,5% penduduk Kroasia menganut agama Islam, sementara sisanya lain-lain dan ateis.
Bahasa
Penduduk Kroasia berbicara bahasa Kroasia, sebuah bahasa Slavia Selatan dari keluarga Indo-Eropa. Bahasa Kroasia sangat mirip dengan bahasa Serbia dan Bosnia.
Sejak runtuhnya Yugoslavia mendorong tiga kelompok etnis menekankan perbedaan bahasa di antara mereka. Kemudian muncul varian Kroasia yang ditulis dalam abjad Latin dan Serbia yang ditulis dalam Cyrillic.
Masalah Pengangguran
Runtuhnya komunisme di Kroasia pada 1990 membuat pemerintah mulai melakukan program restrukturisasi ekonomi dari sistem swakelola sosialis ala Yugoslavia menjadi kapitalisme berorientasi pasar.
Pada akhir 1990-an, hampir satu dari lima orang produktif di Kroasia menganggur akibat perang. Bahkan, pengangguran yang tinggi tetap menjadi masalah hingga abad ke-21.
Kesehatan dan Kesejahteraan
Kesehatan penduduk di Kroasia lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Harapan hidup saat lahir lebih tinggi dari rata-rata Eropa Timur, dan angka kematian bayi jauh lebih rendah.
Tingkat infeksi HIV juga rendah menandakan upaya pencegahan yang kompeten. Meski demikian, sistem perawatan kesehatan memerlukan investasi dan reformasi karena hampir seluruhnya disediakan oleh negara sehingga menjadi beban.
Sistem kesejahteraan sosial juga memberatkan pemerintah karena banyak pensiunan dan pengangguran. Di perkotaan, sebagian besar penduduk tinggal di blok menara yang dibangun selama era Yugoslavia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Perkara Rp75 Ribu Guru Telanjangi 22 Siswa, Komisi X DPR RI Desak Sanksi Tegas
-
Kawasan Industri Jababeka Kini Terintegrasi Layanan TransJakarta
-
Desa BRILiaN 2026: BRI Dukung Asta Cita dan SDGs Desa
-
4 Rekomendasi Mascara yang Wudhu Friendly, Aman Dipakai Tarawih
-
2 Pemain St Kitts and Nevis Jebolan Premier League, Timnas Indonesia Harus Waspada
-
Alhamdulillah John Herdman Bisa Tenang dengan Kabar Ini Jelang FIFA Series 2026
-
Imlek 2026, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Vihara
-
Ironi AKBP Didik Putra Kuncoro: 6 Fakta Kelam Eks Kapolres Bima, Simpan Sekoper Narkoba
-
BRI Resmi Buka Desa BRILiaN 2026, Simak Cara Daftar Berikut Ini
-
Dominasi Ngeri Pelita Jaya hingga Pekan ke-6 IBL 2026: Unbeaten, Kuasai Klasemen