- Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, diduga telah mengonsumsi narkoba sejak Agustus tahun sebelumnya (2025).
- Bareskrim Polri menemukan satu koper berisi berbagai jenis narkotika yang disimpan oleh Didik untuk dikonsumsi pribadi.
- Hasil tes menunjukkan urine AKBP Didik negatif, namun hasil uji rambut membuktikan bahwa ia positif mengonsumsi narkoba.
Suara.com - Kasus yang menjerat mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, mengejutkan publik dan mencoreng institusi Polri. Perwira menengah yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan narkotika justru terlibat dalam lingkaran setan barang haram tersebut.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta kunci terkait kasus AKBP Didik Putra Kuncoro:
1. Diduga Telah Mengonsumsi Narkoba Sejak 2025
Penyelidikan awal kepolisian mengindikasikan bahwa kebiasaan AKBP Didik mengonsumsi narkoba bukanlah hal baru. Pihak Mabes Polri menyebut dugaan ini telah berlangsung selama berbulan-bulan sebelum akhirnya terungkap.
"Dari hasil pemeriksaan sejauh ini, diduga itu sejak bulan Agustus tahun lalu. Namun, itu jadi bahan untuk didalami," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, dalam keterangan pers di Markas Besar Polri, Minggu (15/2/2026) malam.
2. Simpan Sekoper Narkoba untuk Konsumsi Pribadi
Fakta paling mencengangkan adalah penemuan satu koper penuh berisi berbagai jenis narkotika. Bareskrim Polri mengonfirmasi bahwa barang bukti tersebut sengaja disimpan oleh AKBP Didik untuk dikonsumsi sendiri. Rincian barang bukti yang ditemukan antara lain:
- Sabu seberat 16,3 gram
- Ekstasi 49 butir dan 2 butir sisa pakai (total 23,5 gram)
- Aprazolam 19 butir
- Happy Five 2 butir
- Ketamin 5 gram
"Untuk dipakai. Iya, itulah yang diambil, didapat dari Kasat," jelas Kasubdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap.
3. Hasil Tes Penuh Teka-teki: Urine Negatif, Rambut Positif
Baca Juga: Hasil Uji Rambut Positif, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Simpan Sabu dan Ekstasi di Rumah
Terdapat kejanggalan dalam hasil tes narkoba AKBP Didik. Meskipun hasil tes urinenya bersama sang istri dinyatakan negatif, hasil pemeriksaan yang lebih mendalam melalui sampel rambut menunjukkan hasil sebaliknya.
“(Urine) Dia (AKBP Didik) dengan istrinya, dengan polwan, negatif. Tetapi, Propam sudah melakukan uji rambut, positif. Sedangkan yang dua lagi, malam lagi keluar,” jelas Zulkarnain.
4. Bandar Pemasok Berinisial 'E' Kini Diburu Polisi
Kepolisian telah berhasil mengidentifikasi sosok yang diduga menjadi pemasok utama narkoba kepada AKBP Didik. Bandar tersebut diketahui memiliki inisial E dan kini menjadi buronan utama tim Bareskrim Polri. Nama E terungkap dari pengakuan tersangka lain, yakni AKP ML (Malaungi).
"Identitas bandar dengan inisial E saat ini profil lengkapnya sudah ada. Saat ini sedang dalam proses untuk pengejaran dan penangkapan,” kata Johnny.
5. Terungkap Berkat 'Nyanyian' Kasat Narkoba
Berita Terkait
-
Hasil Uji Rambut Positif, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Simpan Sabu dan Ekstasi di Rumah
-
Kapolres Bima Terjerat Narkoba, Ketua Komisi III DPR Dukung Penuh Polri: Tunjukkan Ketegasan!
-
Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima, DPR Minta Polri Beri Sanksi Berat Tanpa Kompromi
-
Dari Koper Putih ke Tes Rambut Positif, Jerat Narkoba Eks Kapolres Bima Kian Terang!
-
Tersangka Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Terancam Pidana Seumur Hidup
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi