/
Rabu, 11 Januari 2023 | 13:15 WIB
Elon Musk CEO Tesla dan Twitter. (Instagram/@elonmuskofficial)

Indotnesia - Elon Musk pecahkan rekor dunia Guinness World Record sebagai orang yang kehilangan kekayaan terbesar dalam sejarah.

“Elon Musk (Afrika Selatan) secara resmi pecahkan rekor dunia untuk kehilangan kekayaan pribadi terbesar dalam sejarah,” berdasarkan keterangan Guinness World Record dalam laman resminya pada (6/1/2023).

Pemilik Tesla sekaligus Twitter itu dilaporkan Forbes telah kehilangan kekayaan sebesar $182 miliar atau sekitar Rp2.827 triliun. Menurunnya uang milik Elon Musk itu diperkirakan telah terjadi sejak November 2021.

Sementara itu, ada sumber lain yang mengatakan orang terkaya di dunia itu telah kehilangan kekayaan sebenarnya mencapai $200 miliar atau lebih dari Rp3.000 triliun.

Besarnya angka tersebut membuat Musk menggeser rekor milik investor teknologi Jepang Masayoshi Son yang pada tahun 2000 kehilangan $58,6 miliar kekayaannya.

Statusnya sebagai orang terkaya di dunia pun tergantikan oleh pendiri konglomerat barang mewah LVMH (Louis Vuitton Moët Hennessy) Bernard Arnault (Prancis). Pengusaha tersebut disebut memiliki kekayaan bersih sebanyak $190 miliar.

Menurut Forbes, anjloknya kekayaan Elon Musk terjadi pada puncaknya di bulan Januari 2023. Dari yang sebelumnya tahun 2021 sebanyak $320 miliar turun jadi $138 miliar. 

Hal itu dikaitkan dengan buruknya kinerja saham Tesla selama pengoperasiannya. Pasalnya, sebagian besar kekayaan Elon Musk terikat pada saham tersebut.

Meski pada tahun 2021 saham Tesla itu begitu melonjak hingga Musk didapuk sebagai orang terkaya di dunia, tetapi tahun 2022 saham itu mengalami penurunan hingga 65 persen.

Baca Juga: Disebut Warganet sebagai Film Horor Terbaik, Berikut Sinopsis The Conjuring 1

Apalagi ditambah dengan pengambilalihan Twitter yang dilakukan Musk dengan harga sekitar  $44 miliar.

Meski begitu Elon Musk masih tetap menjadi orang kaya dengan jumlah kekayaan senilai $138 miliar atau setara Rp2.147 truliun.

“Fundamental jangka panjang sangat kuat. Kegilaan pasar jangka pendek tidak dapat diprediksi,” cuit Musk melalui akun Twitter pribadinya pada (30/12/2022).

Load More