/
Kamis, 12 Januari 2023 | 16:15 WIB
Mengenal sosok Laksmi De Nefee, finalis Miss Universe 2022 asal Indonesia. (Instagram/laksmidenefee)

Indotnesia - Nama Laksmi De Neefe tengah jadi perbincangan hangat di Indonesia setelah dirinya selesai menyelesaikan kompetisi preliminary atau penjurian Miss Universe 2022, pada Rabu (11/1/2023) waktu Amerika Serikat di New Orleans.

Setelah itu, Puteri Indonesia 2022 tersebut bakal melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu grand final Miss Universe 2022 yang bakal digelar pada Sabtu (14/1/2023) di Amerika Serikat.

Dikenal sebagai sosok yang aktif dalam sejumlah gerakan sosial dan literasi, siapa sosok Laksmi De Neefe? Berikut profilnya.

Mengenal Sosok Laksmi De Neefe

Laksmi De Neefe memiliki nama lengkap Laksmi Shari De Neefe Suardana yang lahir pada 29 Januari 1996.

Sosoknya mulai dikenal publik sejak tahun 2010 saat terlibat dalam membintangi film biografi Eat Pray Love sebagai cameo bersama Julia Roberts.

Perempuan 27 tahun ini juga dikenal menjadi perempuan Bali pertama yang berhasil meraih gelar Puteri Indonesia 

Sejak tahun 2019, ia menjadi bagian dari aktivis dan kontributor untuk UNICEF dalam Voices of Youth.

Selain itu, sejak remaja Laksmi bersama kedua orang tuanya Ketut Suardana dan Janet De Neefe membantu masyarakat Bali untuk kembali bangkit dan menata kembali kehidupan pariwisatanya setelah terjadinya Bom Bali 2002 dengan mendirikan Ubud Writers and Readers Festival (UWRF).

Baca Juga: Profil Jeff Beck, Gitaris Legendaris Dunia yang Meninggal Di Usia 78 Tahun

Untuk mengembalikan gairah wisata pelancong internasional, acara sastra dan puisi literasi serta pertunjukan bidang seni, budaya, dan pariwisata itu sukses mendapat pengakuan besar di seluruh dunia.

Anak ketiga dari empat bersaudara ini juga diketahui memiliki banyak prestasi dan tercatat memegang gelar akademik Bachelor of Fashion Business dari Universitas Polimoda, Italia.

Aktivitasnya dalam dunia sosial, di antaranya terlibat menjadi sukarelawan untuk mengajar Bahasa Inggris di Hope For Bali, Yayasan Bengawan dan sesekali mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak IIBB di Karangasem, Bali.

Load More