Indotnesia - Kue keranjang menjadi salah satu sesaji yang disuguhkan ketika upacara sembahyang saat Tahun Baru Imlek.
Sebagai sesaji, kue keranjang baru bisa dimakan sampai perayaan Cap Go Meh atau malam ke-15 setelah tahun baru Imlek dan biasanya juga sering dibagikan pada saudara maupun tetangga.
Menjadi salah satu makanan yang identik dengan perayaan tahun baru Imlek, kue keranjang memiliki sejarah panjang sekaligus maknanya tersendiri.
Penasaran dengan bagaimana sejarah kue keranjang hingga makna dibalik makanan yang memiliki tekstur kenyal ini? Simak selengkapnya di bawah ini.
Sejarah Kue Keranjang
Kue keranjang merupakan camilan manis yang memiliki tekstur lengket dan mirip dengan dodol Garut.
Bahan dari pembuatan kue ini, yaitu terbuat dari tepung ketan dan gula serta berasal dari wadah cetak yang berbentuk keranjang.
Biasanya, jenis makanan satu ini juga sering disebut sebagai Dodol Cina, Dodol Tionghoa atau Kue Bakul.
Sedangkan di Tiongkok, kue keranjang memiliki nama asli Nian Gao atau Ni-Kwe yang juga disebut sebagai kue tahunan karena hanya dibuat setahun sekali pada masa menjelang tahun baru Imlek.
Baca Juga: Suguhkan Kisah Anak Tengah, Ini Sinopsis Film Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang
Dalam sejarahnya, kue keranjang pada awalnya ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa kabar menyenangkan kepada raja Surga.
Sementara menurut legenda lain, sejarah kue keranjang dipercaya muncul sejak sekitar tahun 2.500 tahun lalu setelah kematian Jenderal dan Politikus Kerajaan Wu Zixu hingga berkembang menjadi sajian Imlek.
Bentuknya yang bulat dimaknai agar keluarga yang merayakan Imlek dapat terus bersatu, rukun, dan bulat tekad dalam menghadapi tahun baru.
Selain dari bentuknya, manis pada kue keranjang juga memiliki makna yang melambangkan harapan untuk siapa saja yang menyantapnya akan selalu berkata baik ketika mulut berucap.
Di negeri asalnya Tiongkok, terdapat kebiasaan untuk menyantap kue satu ini terlebih dahulu saat tahun baru Imlek agar mendapatkan keberuntungan.
Setelah menyantap kue keranjang, barulah menyantap makanan lain seperti nasi dan lainnya.
Hingga kini, kue keranjang menjadi sajian wajib setiap perayaan Tahun Baru Imlek dan diproduksi di banyak kota, termasuk Yogyakarta, Bogor, Tangerang, dan Sukabumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Rincian Harta Kekayaan Perry Warjiyo, Mundur Jadi Gubernur BI Setelah 8 Tahun Menjabat
-
Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Serial Hollywood 'Reacher' Tayang di Mana? Ini Peran Agnez Mo dan Anggun C Sasmi
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI