Indotnesia - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X berencana akan memberikan bantuan sosial untuk mengatasi masalah kemiskinan di Jogja.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis persentase penduduk miskin di Indonesia. Dari data tersebut, tingkat kemiskinan di Jogja paling tinggi antara beberapa provinsi di pulau Jawa.
Untuk itu, Sri Sultan bersama dengan stakeholder DIY dan para akademisi akan mensinergikan program pengentasan kemiskinan yang terjadi di wilayahnya.
Menurutnya, upaya mengatasi kemiskinan bukan perkara mudah. Untuk itu, Sri Sultan memulai dengan mengkualifikasikan tingkat kemiskinan masyarakat.
“Misalnya kita bagi dalam 5 kualifikasi,” ucap Sri Sultan, pada (25/1/2023) seperti dikutip dari portal jogjaprov.go.id.
Masyarakat berusia 60 tahun lebih dengan tingkat pendidikan rendah serta tidak memiliki fasilitas apapun bisa akan menjadi prioritas utama dan akan menerima bantuan sosial seumur hidup. Sementara, yang lainnya akan mendapat bantuan serta pendampingan.
“Itu kira-kira yang nomor satu termiskin yang nggak punya fasilitas apapun. Nomor 2 itu mungkin bantuan sosial seumur hidup. Sementara nomor 3, 4, 5 dibantu tapi bisa ada pendampingan karena mereka kalau didampingi bisa cover. Nah itu yang kita lakukan,” ungkap Sri Sultan.
Sri Sultan juga mengatakan akan bekerja sama dengan kampus-kampus untuk membantu memberikan pendampingan untuk orang miskin maupun pengangguran melalui program KKN.
Selain itu, Sri Sultan juga menyebut Tanah Kas Desa (TKD) bisa dimanfaatkan sebagai lahan usaha bagi mereka yang tidak mampu membayar sewa.
Baca Juga: Warung Tegal Glagahsari, Pionir Warteg di Jogja yang Jadi Obat Rindu Perantau Jakarta
“Mbuh pilihane arep nggo bertani, nggo (ternak) lele, nggo opo wae, tapi menggunakan TKD yang disewa oleh mereka lewat Dana Keistimewaan (Danais),” ucapnya.
Rencana pengentasan kemiskinan tersebut telah disampaikan pada jajaran DPRD DIY dan OPD. Menindaklanjutinya, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengaku mendukung rencana terkait pemberian bansos bagi warga miskin di atas 60 tahun seperti yang dicanangkan Pemda DIY.
"Kami mendukung sepenuhnya (rencana tersebut). Bantuan sosial seumur hidup memang diperlukan bagi penduduk dan keluarga miskin ekstrem di DIY,” ucap Huda, pada (26/1/2023) seperti dikutip dari portal jogjaprov.go.id.
Huda mengungkapkan, penduduk dengan kemiskinan ekstrem di DIY sebanyak 3-4 persen.
“Jumlahnya sekitar 20.000-an KK di DIY yang masih masuk dalam kategori miskin ekstrem,” ungkapnya.
Menurutnya, bantuan tersebut harus segera diberikan agar angka kemiskinan di Jogja bisa lebih berkurang. Namun, dia mengatakan terkait data penerima dan besaran bantuan yang akan diterima masih akan dibahas lagi.
Sri Sultan menyebut, program ini nantinya akan dilakukan uji coba di wilayah Gunung Kidul dan Kulon Progo terlebih dahulu.
“Yang pertama kita coba di Gunungkidul sama Kulon Progo dulu. Yang seluruhnya seperti ini, ya, sudah diberi bantuan sosial seumur hidup,” kata Sri Sultan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim