Indotnesia - Isu kasus penculikan anak belum lama ini ramai menjadi perhatian publik, termasuk juga di Yogyakarta. Untuk itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat untuk tidak panik.
Sebelumnya, tiga bocah SD di Maguwoharjo, Sleman nyaris menjadi korban penculikan pada (29/1/2023). Kabar soal dugaan aksi penculikan lantas menyebar ke masyarakat hingga membuat heboh.
Atas isu dugaan penculikan tersebut, Sri Sultan meminta kepada masyarakat Jogja untuk tenang dan tetap waspada.
"Jangan digede-gedekke, karena itu nanti akan menumbuhkan gejolak rasa khawatir publik, juga ndak usah panik. Karena kalau isu seperti itu juga hanya menimbulkan kepanikan warga, yang sebetulnya belum tentu terjadi," kata Sri Sultan seperti dikutip dari Instagram @jogjainfo, Kamis (2/2/2023).
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengeluarkan SE bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk meningkatkan pengawasan sebagai upaya pengamanan di sekolah-sekolah.
"Sekolah perlu diminta menyiapkan petugas [untuk] bisa melakukan pemantauan di sekolah. Entah guru atau siapa ikut mengawasi siswa di waktu pulang sekolah sehingga mereka bisa mengenali siapa yang biasa menjemput siswa," kata Didik seperti dikutip dari Instagram @jogjainfo, Rabu (1/2/2023).
Selain itu, Didik mengatakan akan kembali menggalakkan program Dua Polisi Satu Sekolah.
"Polisi sekolah, itu kan sudah kita jalankan satu sekolah dua polisi. Salah satunya membantu itu tadi dan keamanan sekolah itu masih jalan,” katanya.
Program ini bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada para guru untuk dapat mengimbau peserta didiknya terutama yang berada di tingkat SD, TK, atau PAUD untuk selalu berhati-hati dan tidak berbicara dengan orang lain jika belum dijemput.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Cara Mengedukasi Anak Agar Terhindar dari Penculikan
Sementara, Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan pihak kepolisian akan melakukan patroli di jam-jam pulang sekolah untuk mencegah aksi penculikan.
"Kemarin saya sudah perintahkan dengan meningkatkan patroli di jam jam pulang sekolah khususnya SD dan TK atau Paud," ungkap Suwondo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
6 Fakta Wacana Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar: Ganti Sistem Jalan Berbayar ala Dedi Mulyadi
-
Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable
-
Sneakers Running Retro: 5 Brand Lokal yang Bangkitkan Gaya 90-an di Tahun 2026
-
Ngapel Berujung Sel! Pemuda Lebak Banten Diciduk Polisi Usai Kepergok Kakak Pacar
-
Kisah Nenek Ikah di Sukabumi, Selamat dari Dentuman Mencekam Saat Hendak Salat Magrib
-
Usai Polemik LCC Kalbar Viral, Beredar Unggahan Soal MC yang Disebut Diputus Kerja
-
Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang
-
Drama Penangkapan Pengedar Obat di Cariu: Kabur ke Sawah, Berakhir di Tangan Polisi
-
Budget Rp500 Ribuan? Ini 5 Kombinasi Sepatu Lari dan Kaus Kaki Lokal Paling Stylish
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis