Indotnesia - Isu terkait penculikan anak kembali marak beredar di berbagai daerah. Untuk itu para orang tua harus selalu waspada serta memberikan edukasi kepada anak-anaknya.
Sebelumnya, sebuah video viral yang memperlihatkan penculikan anak yang terjadi di daerah Bekasi (belum terkonfirmasi) ramai dibahas warganet.
Dalam video tersebut, seorang anak perempuan sedang duduk di depan rumahnya. Lalu, muncul seorang lelaki yang nampak asing kemudian hendak memasukkan anak itu ke dalam karung.
Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan palsu alias hoaks. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki.
"Sudah (pengecekan). Itu berita hoax dan itu kejadian tahun 2020 dan itu bukan di wilayah kami, bukan di Wisma Asri,” kata Hengki seperti dikutip dari Suara.com (29/1/2023).
Meski begitu, para orang tua sudah terlanjur panik. Apalagi sebuah pesan berantai beredar di sejumlah grup WhatsApp yang meminta untuk waspada terhadap penculikan anak.
Lantas, apa yang seharusnya dilakukan oleh para orang tua?
Melansir dari laman Kids Health, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajari anaknya dalam upaya mencegah penculikan. Berikut 7 cara mengedukasi anak agar terhindar dari penculikan.
1. Jangan pernah menerima permen atau hadiah dari orang asing.
Baca Juga: Paris Hilton Resmi Punya Anak, Lahir Lewat Program Ibu Pengganti
2. Jangan pernah pergi ke mana pun dengan orang asing.
3. Ingatkan bahwa orang dewasa yang tidak mereka kenal tidak boleh meminta bantuan atau melakukan sesuatu untuk mereka.
4. Lari dan berteriak jika seseorang mengikuti atau mencoba memaksa untuk ikut menaiki kendaraan.
5. Mintalah untuk mengatakan ‘tidak’ kepada siapa pun yang mencoba membuat atau melakukan yang tidak nyaman terhadap mereka.
6. Selalu beri tahu orang tua atau orang dewasa terpercaya lainnya jika orang asing membuat atau melakukan yang tidak nyaman terhadap mereka.
7. Selalu meminta izin jika hendak pergi ke luar rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Kronologi Kades Lumajang Diserang 15 Pria di Rumah Sendiri, Awalnya Bertamu Lalu Brutal