Indotnesia - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menginstruksikan tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara waktu tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair atau sirup.
Hal tersebut dilakukan setelah adanya laporan kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI) yang diderita sekitar 200 anak Indonesia.
Selain itu, Kemenkes juga meminta seluruh apotek untuk sementara waktu tidak menjual obat bebas ataupun bebas terbatas dalam bentuk sirup maupun cair hingga penelusuran terkait penelitian lebih lanjut penyebab AKI tuntas dilakukan.
Sembari menunggu hasil terkait penyebab kasus gagal ginjal misterius tersebut, Juru Bicara Kemenkes dr. M Syahril meminta masyarakat untuk tidak memberikan pengobatan anak berupa konsumsi obat dalam bentuk cair atau sirup tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
“Kemenkes mengimbau masyarakat untuk pengobatan anak, sementara waktu tidak mengkonsumsi obat dalam bentuk cair/sirup tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” ujar Syahril, dalam Press Conference: Perkembangan Acute Kidney Injury di Indonesia yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kemenkes RI, Rabu (19/10/2022).
Lebih lanjut, Kemenkes menyarankan alternatif obat paracetamol yang dapat digunakan dalam bentuk sediaan lain seperti tablet, kapsul, suppositoria atau anal.
Selain itu, jika anak hanya mengalami sakit flu dan batuk musiman, disarankan untuk tidak perlu diberi obat.
Untuk menurunkan demam maupun gejala flu dan batuk lainnya, dapat menggunakan terapi rumahan seperti kompres pendingin, terapi uap, sup kaldu, jeruk nipis, madu, vaporub, dan lain-lain.
Sebaliknya, ketika sakit tersebut disertai penyakit komorbid seperti asma hingga pneumonia, maka diperlukan penanganan khusus dari dokter.
Baca Juga: Mengenal Fun Football, Permainan yang Dilakukan Ketum PSSI dan Presiden FIFA
Meski begitu, Kemenkes tetap mengimbau kewaspadaan orang tua terutama yang memiliki anak berusia balita agar selalu memantau jumlah air seni dan frekuensi buang air kecil dengan atau tanpa gejala lainnya, seperti demam, batuk pilek, mual, dan muntah.
Jika terpantau adanya perubahan, maka segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditindaklanjuti.
Sementara bagi keluarga pasien gagal ginjal akut, diminta untuk memberikan informasi terkait obat yang dikonsumsi sebelumnya dan menyampaikan riwayat penggunaan obat anak kepada tenaga kesehatan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Niat Mandi Idul Adha, Lengkap Tata Cara dan Waktu Terbaik Melaksanakannya
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?