Indotnesia - Nama Soegi Bornean menyita perhatian publik setelah single “Asmalibrasi” milik mereka yang dirilis pada 2019 viral di media sosial.
Banyak orang menggunakan lagu “Asmalibrasi” sebagai latar belakang musik dalam video yang diunggah di TikTok dan Instagram. Selain itu, ada pula sejumlah orang yang mencoba mengcover lagu tersebut.
Karya musik Soegi Bornean memiliki unsur musik Jawa dan Kalimantan yang membuat mereka menjadi grup band unik yang berbeda dari lainnya.
Selain memiliki keunikan dari segi nama grup dan unsur musiknya, mereka juga memiliki ciri khas penampilan setiap kali manggung selalu memakai batik.
Nah, penasaran dengan siapa Soegi Boernean? Simak profil lengkapnya di bawah ini.
Seogi Boernean bukan nama orang, tetapi merupakan grup musik asal Semarang, Jawa Tengah yang beranggotakan Fanny Seogiarto (vokal), Aditya Ilyas (gitar), dan Bagas Prasetyo (gitar).
Dilansir dari Suara.com, nama Soegi Boernean terdiri dari dua kata, yaitu ‘Soegi’ yang diambil dari bahasa Jawa memiliki arti sugih atau kaya dan ‘Bornean’ merupakan nama kampung halaman sang vokalis di Borneo, Kalimantan.
Grup musik indie pop ini mulai aktif pada tahun 2019 dengan menerbitkan sejumlah single lagu, yaitu Saturnus (2019), Asmalibrasi (2019), Raksa (2020), Semenjana (2021), Samsara (2021), dan Aguna (2023).
Baca Juga: Profil Raim Laode, Penyanyi Lagu Komang yang Viral di Media Sosial
Selain itu, grup musik di bawah naungan Label Irama Records ini juga telah merilis sebuah mini album Atma pada 2020 yang membuat popularitas mereka semakin tinggi.
Salah satu single mereka berjudul “Asmalibrasi” pernah menorehkan prestasi dengan menempati posisi kedua dalam Spotify Weekly Top Song pada Oktober 2022.
Saking uniknya, banyak orang penasaran dengan makna di balik judul lagu “Asmalibrasi” yang ternyata merupakan kepanjangan dari Asmara yang terkalibrasi.
Lagu ini juga memiliki irama syair yang unik dengan makna mendalam dan membuat para pendengar terasa dibawa ke dalam kisah klasik nan romantis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
7 Pilihan Sleeper Bus Terbaik Buat Mudik, Aman dan Fasilitasnya Komplet
-
Mengapa Kita Semakin Impulsif? 5 Faktor Pemicu dari Dunia Maya
-
Light Novel Isekai Romantis Populer Karya Kotoko Resmi Dapat Adaptasi Anime
-
Eks Klub Justin Hubner Menggila, Jaga Asa Bertahan di Premier League usai Bungkam Aston Villa
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru di Bandung: Bank hingga ATM Pecahan Rp20 Ribu
-
19 Kode Redeem FC Mobile 28 Februari 2026, Waktunya Panen Raya Ribuan Permata
-
Kreasi Takjil Makin Inovatif: Dari Kolak Klasik Menuju Kreasi Dessert Jelly yang Estetik
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat