/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 13:45 WIB
Sinopsis serial dokumenter In The Name of God A Holy Betrayal. (Netflix.com)

Indotnesia - Netflix merilis serial dokumenter terbaru berjudul In The Name of God A Holy Betrayal, pada Jumat (3/3/2023) yang mengusung cerita tentang sekte sesat di Korea Selatan.

Kisah nyata yang diangkat dari empat sekte kepercayaan di Korea Selatan ini bakal menampilkan tokoh-tokoh terkenal pada masanya, yaitu Jung Myung Seok, Lee Jae Rok, Kim Ki Son, dan Park Soon Ja.

Tidak hanya menampilkan berbagai kontroversi sekte kepercayaan di masa lalu, serial dengan 8 episode ini juga memperlihatkan sisi gelap dari apa yang terjadi dalam sejarah Korea Selatan.

Lalu, bagaimana alur ceritanya? Simak sinopsis lengkap In The Name of God A Holy Betrayal di bawah ini.

Sinopsis In The Name of God A Holy Betrayal

Serial In The Name of God A Holy Betrayal merupakan film dokumenter dari kisah nyata empat orang dari empat sektkepercayaan berbeda di Korea Selatan yang mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Empat orang pemimpin sekte sesat tersebut yaitu Jung Myung Seok, Lee Jae Rok, Kim Ki Son, dan Park Soo Ja.

Salah satu sekte yang paling terkenal itu adalah aliran Providence yang didirikan oleh Jung Myung Seok.

Dalam dokumenter ini, terdapat kisah-kisah yang berbeda dari masing-masing sekte salah satunya datang dari cerita Park Soon Ja.

Baca Juga: Sejarah Depo Pertamina Plumpang yang Telah Berdiri Sejak 1974

Park Soon Ja merupakan perempuan berusia 48 tahun yang mendadak menghilang. Saat polisi menyelidiki, ternyata ia tersangkut tuduhan penipuan terhadap 220 orang dengan total kerugian hingga $8,7 juta.

Dari 220 orang tersebut, sebagian korban ternyata merupakan anggota sekte yang dipimpin oleh Park. 

Kemudian, pada 29 Agustus 1987 polisi menemukan Park Soon Ja bersama 31 orang tewas termasuk ketiga anaknya dengan kaki dan tangan terikat di dalam pabrik milik Park.

Setiap episode dalam serial dokumenter ini tidak hanya menampilkan sisi gelap sekte di Korea Selatan, tetapi juga membahas sejarah, pendiri, kesaksian para mantan anggota, dan berbagai kontroversi lain yang terjadi pada masa itu.

Load More