Indotnesia - Warna hijau sage mendadak menjadi favorit masyarakat saat merayakan Idulfitri. Pasalnya, media sosial ramai dengan baju seragam Lebaran yang didominasi oleh warna hijau sage.
Dalam kicauannya di Twitter, Minggu (23/4/2023), Pendiri Narabahasa Ivan Lanin mengatakan nama warna “hijau sage” dan “merah saga” diambil dari nama tumbuhan. Kata “sage” pun telah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Menurut KBBI, sage adalah cerita rakyat berdasarkan cerita sejarah yang sudah ditambah imajinasi masyarakat. Selain itu, sage juga merupakan tanaman yang termasuk keluarga min, dengan tinggi mencapai 70 cm.
Dalam KBBI dijelaskan, daun sage berbentuk oval, keras, berbulu halus, beraroma tajam, dan biasa digunakan sebagai bumbu masakan.
Kata “sage” memang berasal dari bahasa asing, namun karena sudah masuk KBBI jadi kita nggak usah lagi bingung bagaimana melafalkannya.
“Karena sudah menjadi kata bahasa Indonesia, pengucapannya seperti mengikuti gaya kita: sa-ge. Huruf "e" diucapkan taling seperti pada "moge",” kicau @ivanlanin.
Menurut kamus Oxford, sage adalah tanaman aromatik dengan daun hijau keabu-abuan yang digunakan sebagai bumbu masakan, yang berasal dari Eropa selatan dan Mediterania.
Sage termasuk dalam keluarga mint, bersama dengan rempah lainnya seperti oregano, rosemary, basil, dan thyme. Tanaman ini memiliki aroma yang kuat dan rasa yang membumi sehingga biasanya hanya dipakai dalam jumlah kecil untuk masakan.
Melansir Almanac, sage memiliki nama latin Salvia officinalis. Sage dapat tumbuh di tanah dengan sinar matahari penuh. Tumbuhan ini harus ditanam di tanah yang kering karena tidak bisa menoleransi tanah yang basah.
Baca Juga: Trending di Twitter, Ini Cara SNSD Memimpin Era Baru K-pop Lewat Lagu Gee
Mengutip Healthline, sage juga bisa menjadi agen pembersih alami, pestisida, atau dipakai dalam ritual pembakaran. Nggak cuma itu, sage juga memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung vitamin K, zat besi, vitamin B, dan sebagainya.
Sage juga mengandung lebih dari 160 polifenol berbeda, yakni senyawa kimia nabati yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Seperti diketahui, antioksidan mampu menetralkan radikal bebas yang berpotensi berbahaya menimbulkan penyakit kronis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Polisi Buru 3 DPO Pembacokan Cilandak, Senjata Tajam Disembunyikan di Cirendeu
-
20 Tahun Berkarya, Maudy Ayunda Ungkap Momen Emosional saat Casting Pertama
-
Penolakan Menguat, Gus Ipul Dinilai Tak Netral Pimpin Muktamar NU