Indotnesia - Mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Padahal, ilmu parenting yang baik harus dimiliki setiap orang tua agar kelak anak-anak mampu bersekolah dan menggapai impian.
Melansir CNBC, ada 7 kesalahan terbesar orang tua terkait parenting yang justru bisa menghancurkan mental anak menurut terapis Tracy Hutchinson, PhD, LMHC,. Apa saja? Berikut selengkapnya:
1. Tidak Membiarkan Anak Mengekspresikan Emosinya
Anak-anak perlu mengekspresikan dan membicarakan emosi mereka. Ucapan seperti "jangan terlalu sedih", "nggak boleh cengeng", atau "itu bukan masalah besar" justru membuat mereka berpikir perasaan itu tidak penting.
Apa yang sebaiknya orang tua lakukan? Sebagai contoh, kalau anak mengalami ketakutan terhadap hal-hal tertentu, coba katakan "Aku tahu kamu sedang ketakutan sekarang".
Lalu tanyakan kepada mereka apa yang menurut mereka akan membuat mereka merasa lebih baik. Cara ini mengajari mereka bagaimana mengelola dan mengatasi emosi sendiri.
2. Selalu Menyelamatkan Mereka dari Kegagalan
Memang sebagai orang tua ada perasaan tidak tega untuk melihat anak harus mengalami kegagalan. Tapi justru ini bisa menjadi bumerang bagi anak.
Kegagalan adalah bagian dari kesuksesan. Kalau anak nggak dikasih kesempatan untuk belajar dari kegagalan, mereka nggak akan pernah mengembangkan ketekunan yang diperlukan untuk bangkit.
Baca Juga: Diminta Pilih Nonton Konser Taylor Swift atau Beyonce, Begini Jawaban Malala Yousafzai
3. Memanjakan Anak secara Berlebihan
Anak-anak memang menyukai hadiah dan orang tua suka memberikannya kepada mereka. Tapi penelitian menunjukkan kalau orang tua memberikan apa pun yang anak inginkan, justru mereka kehilangan keterampilan yang berkaitan dengan kekuatan mental, seperti disiplin diri.
Orang tua bisa mengajari anak-anak untuk belajar mengendalikan diri dengan menetapkan aturan yang jelas, seperti menyelesaikan PR sebelum menyentuh smartphone.
Cara lain misalnya menambah uang saku anak yang telah membantu pekerjaan rumah sehingga mereka dapat membeli barang sendiri dengan uangnya.
4. Mengharapkan Kesempurnaan
Sangat wajar kalau orang tua berharap anaknya menggapai cita-cita yang tinggi dan mendapatkan yang terbaik dalam segala hal. Tapi menerapkan standar yang terlalu tinggi bisa menyebabkan masalah kepercayaan diri dan harga diri.
Bangun kekuatan mental pada anak dengan memastikan harapannya realistis. Jikalau anak-anak nggak bisa menggapainya, kegagalan masih akan memberikan mereka pelajaran hidup yang berharga.
5. Memastikan Mereka Selalu Merasa Nyaman
Sebagai orang tua pasti khawatir memperkenalkan hal baru kepada anak karena bisa membuat mereka merasa nggak nyaman., misalnya seperti mencoba makanan baru, mencari teman baru, olahraga baru, dan sekolah baru.
Tapi kehadiran orang tua di saat yang tidak nyaman itulah yang dapat meningkatkan mental anak. Dorong mereka untuk mencoba hal-hal baru. Memang akan terasa sulit awalnya, tapi pada akhirnya anak-anak akan menyadari kalau itu tidak sesulit yang mereka kira.
6. Tidak Menetapkan Batasan Orangtua-Anak
Meski anak bisa membuat keputusan sendiri, mereka juga perlu tahu bahwa kalian adalah bosnya. Misal, menetapkan jam malam untuk anak-anak dan pastikan mereka menaatinya setiap malam.
Anak yang bermental kuat memiliki orang tua yang memahami pentingnya batasan dan konsistensi. Kalau orang tua sering mengalah dan membiarkan aturan terus dinegosiasi justru dapat menyebabkan perebutan kekuasaan antara orang tua dan anak.
7. Tidak Menjaga Kesehatan Diri
Sebagai orang tua, Anda mungkin akan semakin sulit mempertahankan kebiasaan sehat seperti makan sehat, olahraga tiap hari, me time, dan sebagainya.
Padahal ini penting untuk mencontohkan kebiasaan merawat dan menjaga kesehatan diri untuk anak-anak. Jangan ragu untuk mengatakan kepada anak kalau kamu sangat lelah di tempat kerja sehingga butuh waktu bersantai sejenak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga
-
Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP
-
KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha
-
Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku
-
Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta
-
Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe
-
Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional