Risiko perceraian tinggi
Penelitian menyebutkan pernikahan dini memiliki risiko perceraian yang lebih tinggi ketimbang mereka yang menikah di usia matang. Beberapa hal yang mempengaruhi adalah ketidakdewasaan, kurangnya pengalaman hidup, dan ketidakpastian finansial.
Tekanan dari keluarga dan masyarakat
Pernikahan dini bisa saja dilakukan karena desakan keluarga atau masyarakat dan budaya. Pilihan yang tergesa-gesa ini membuat keduanya belum tentu cocok. Apalagi muncul tekanan untuk memiliki anak.
Muncul penyesalan dan kebencian
Pernikahan dini menimbulkan biaya ekonomi yang membuat seseorang harus melepaskan ambisinya. Komitmen jangka panjang dalam pernikahan dini dapat menyebabkan emosi penyesalan dan kebencian.
Kurangnya kematangan emosi
Pernikahan membutuhkan kedewasaan emosional. Ketika masih muda, kemungkinan seseorang belum memiliki pertumbuhan mental yang diperlukan untuk menangani kesulitan pernikahan.
Kurangnya kedewasaan emosional
Baca Juga: Ed Sheeran Bakal Stop Bermusik kalau Thinking Out Loud Terbukti Plagiat
Untuk mengatasi kesulitan dalam rumah tangga, pasangan muda masih perlu mengembangkan kesadaran diri dan keterampilan pengendalian mental. Belum lagi seiring bertambahnya usia, kamu mungkin menemukan tujuan yang berbeda sehingga menimbulkan konflik dalam kehidupan pernikahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026