Indotnesia - Seorang warga di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta meninggal dunia dengan dugaan positif antraks yang terpapar dari konsumsi daging sapi bangkai.
Melansir Instagram @beritadiy pada, Selasa (4/7/2023), sebelumnya para warga di Gunungkidul tersebut bersama-sama menyembelih seekor sapi dan lalu membagikan dagingnya kepada warga sekitar. Di sana hal tersebut memiliki istilah yang disebut brandu.
Akan tetapi, ternyata sapi yang disembelih tersebut telah mati alias menjadi bangkai bahkan diduga terjangkit antraks atau antharx.
Atas kejadian tersebut, sebanyak 85 orang dikabarkan positif antraks, 18 orang mengalami gejala, dan 1 orang meninggal dunia.
Di samping itu, apa itu penyakit antraks yang bisa menyebabkan kematian pada manusia dan hewan?
Antraks adalah penyakit bakterial yang bersifat menular akut dari hewan ke manusia yang disebabkan oleh bakteri. Ini merupakan penyakit zoonosis yang dapat menyebabkan kematian.
Seseorang dapat terkena antraks apabila menyentuh atau memakan daging hewan ternak yang terjangkit antraks.
Antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis yang hidup di dalam tanah. Bakteri ini menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, atau kuda lewan rumput atau dedaunan yang dikonsumsi.
Penularan antraks terbagi menjadi 3 jenis, yaitu antraks kulit, antraks pencernaan, dan antraks pernapasan.
Baca Juga: 3 Ancaman Penyakit pada Menu Makanan Lebaran, Apa Saja?
Antraks kulit
Antraks kulit jadi jenis yang paling umum terjadi karena paparan lewat bulu, kulit, atau daging hewan. Biasanya menginfeksi seseorang yang memiliki luka terbuka di bagian kulit.
Gejala antraks kulit, yaitu munculnya benjolan yang disertai rasa gatal di area yang bersentuhan. Lebih parah luka ini bisa menghitam.
Antraks Pencernaan
Antraks pencernaan disebut juga dengan antraks gastrointestinal. Sejumlah gejala yang muncul apabila terinfeksi, yaitu mual disertai muntah, sulit menelan, sakit tenggorokan, sakit perut, sakit kepala, demam, benjolan di leher, hingga BAB berdarah atau diare.
Antraks pernapasan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan
-
Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
-
Usai Bacok Kepala Kampung di Lampung Tengah, Pelarian Adik Ipar Berakhir di Tangan Polisi
-
Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman
-
Melanie Subono Makin Geram Dengar Pembelaan Pelaku Pelecehan FH UI
-
Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat
-
7 Sunscreen yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Atasi Flek Hitam
-
Ramalan Zodiak Hari Ini 16 April 2026: Energi Positif, Fokus Meningkat, dan Peluang Tak Terduga
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini