/
Selasa, 06 Desember 2022 | 11:24 WIB
Ilustrasi bisnis cryptocurrency (Suara.com)

Suara Joglo - Dunia cryptocurrency sedang tidak baik-baik saja. Banyak isu negatif terkait perkembangan pasar crypto ini. Ratusan perusahaan terkait kripto dikabarkan bangkrut dan tumbang tahun ini.

Salah satu yang mencengangkan adalah saat FTX, perusahaan perdagangan token atau aset crypto yang memiliki produk derivatif dan spot trading secara global bubar. Perusahaan ini didirikan di Antigua dan Barbuda pada 2019.

FTX mengklaim memiliki lebih dari satu juta nasabah dan merilis FTX Token sebagai produknya. Mantan bos cryptocurrency yang tumbang ini ada yang meninggal dunia, ada juga yang dituntut penjara sampai menghilang. 

Lebih mencengangkan lagi, para bos crypto ini bahkan diketahui meninggal dalam waktu berdekatan, seperti dikutip dari berbagai sumber:

2. Tiantian Kullander 

Paling anyar cerita kematian Tiantian Kullander. Ia meninggal pada 23 November 2022 di rumahnya saat sedang tidur. Ia merupakan bos perusahaan kripto Amber Group. 

Kematian Kullander itu lantas dikabarkan ke publik oleh pihak perusahaan Amber Group. "Dengan kesedihan terdalam dan berat hati, kami menginformasikan meninggalnya teman dan salah satu pendiri kami, Tiantian Kullander. Ia meninggal secara mendadak dalam tidurnya pada 23 November 2022," tulis Amber Group dalam sebuah pernyataan. 

Kematian Titian, bos 30 tahun tersebut sempat dinilai jangal. Sebab tidak ada riwayat keluhan penyakit darinya. Kullander sendiri dikenang sebagai bos Amber Group yang mampu membuat perusahaan kripto itu memiliki nilai 3 miliar dollar AS atau setara Rp 47,2 triliun. 

Sebelum mendirikan Amber Group yang bermarkas di Hongkong, Kuliander telah dikenal sebagai trader sukses dengan julukan “TT”. Kesuksesan itu membuatnya berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia - Finance & Venture Capital tahun 2019. 

Baca Juga: Pelatih Persija Merasa Aneh ada Program Timnas Indonesia di Luar Agenda FIFA

2. Nikolai Mushegian 

Sebelum Titian. Bos perusahaan crypto lainnya Nikolai Mushegian juga ditemukan mati secara tragis. Ia ditemukan tewas tenggelam di Pantai Puerto Rico, 28 Oktober 2022. Mushegian sendiri merupakan orang yang cukup penting di industri cryptocurrency.

Ia merupakan salah satu pendiri platform pinjaman kripto MakerDAO dan pengembang mata uang terdesentralisasi DAI. Dikutip dari Dailymail, beberapa jam sebelum tewas tenggelam, Mushegian sempat mengunggah cuitan di Twitter. 

Dalam cuitan itu, Mushegian menulis apabila ia takut lantaran bakal dibunuh oleh Mossad (badan intelijen Israel) dan CIA (badan intelijen Amerika Serikat). 

Setelah mengunggah twit itu, Mushegian yang sudah tak bernyawa dengan berpakaian lengkap dan membawa dompet, ditemukan oleh peselancar di perairan pantai Ashford, Puerto Rico. 

Sebagian orang meyakini apabila kematian Mushegian disebabkan ada pihak ketiga yang membunuhnya. Namun, dari pihak keluarga sendiri, dikutip dari Cryptonomist, menyanggah apabila telah terjadi pembunuhan karena Mushegian punya masalah kesehatan mental. 

Load More